Rabu, 08 Juli 2020 07:54

Selamatkan 2 Anggota Keluarga Korban Covid-19 Gubeng yang Tak Tercover Swab, Pemprov Turun Tangan

Jumat, 05 Juni 2020 21:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Selamatkan 2 Anggota Keluarga Korban Covid-19 Gubeng yang Tak Tercover Swab, Pemprov Turun Tangan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus Covid-19 di Gubeng Kertajaya IX-G yang menyebabkan 4 orang dalam 1 keluarga meninggal dunia mengundang keprihatinan berbagai pihak.

Termasuk Pemprov Jatim, bergerak cepat melakukan swab test kepada anggota keluarga korban. Dua anggota keluarga korban yang belum ter-cover swab, langsung didisposisi atas nama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, untuk dilakukan swab di RSUD Dr. Soetomo.

Hal ini disampaikan Singgih Manggalou, orang yang mengusahakan swab test kepada 2 anggota keluarga tersebut. Prihatin terhadap nasib De, Singgih, temannya saat kuliah, akhirnya membantu mengontak dr. Romdoni, salah satu Direktur RS Universitas Airlangga. Pasalnya, dari 5 anggota keluarga korban, hanya 3 orang yang dilakukan swab oleh pihak Pemkot Surabaya.

"Awalnya saya mendapat cerita dari De (salah satu anggota keluarga korban), bahwa dia bersama keponakannya sampai saat ini belum dilakukan swab. Akhirnya saya kemarin pagi (4/6) menghubungi dr. Romdoni, salah satu Direktur RS Universitas Airlangga agar membantu untuk mengupayakan swab," ceritanya.

Menurut Singgih, berdasarkan penuturan De, sejak 4 orang keluarganya meninggal, 5 anggota keluarga yang ada harus melakukan isolasi mandiri. Baru kemarin (4/6), pihak Puskesmas Mojo mendatangi keluarganya untuk melakukan swab. Namun, swab tersebut hanya meng-cover 3 anggota keluarga. Yakni kakak kandung De, kakak iparnya, dan keponakannya yang masih berumur 2 tahun.

"Dari sana, dr. Romdoni mengupayakan swab ke RS Unair, namun ternyata masih tutup karena masih menyelesaikan sampel yang tersisa. RS Unair baru membuka kembali pelayanan swab mulai Sabtu (6/6) besok. Akhirnya dr. Romdoni mengupayakan swab di RSUD dr. Soetomo, yang kemudian didisposisi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bahkan dalam suratnya, gubernur juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga De," terangnya.

De dan keponakannya yang berumur 4 tahun pun akhirnya langsung menjalani swab test di RSUD dr. Soetomo, Jumat (5/6) pagi tadi.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com (4/6/2020), perempuan berinisial De, warga Gubeng Kertajaya IX G kehilangan empat anggota keluarganya, yaitu mama, papa, kakak kandung, dan keponakannya. Mereka diguga terpapar Covid-19.

Perempuan bergelar sarjana itu menceritakan secara detail kronologi meninggalnya empat anggota keluarganya tersebut. Berawal dari gejala demam, batuk, dan flu yang dialami kakak perempuannya. Kebetulan kakaknya sedang hamil 8 bulan.

"Sebelumnya sudah pernah periksa ke RS PHC dan rapid test di Pura Raharja, tapi hasilnya negatif. Akhirnya pulang dan menjalani perawatan di rumah," ujarnya. Saat menjalani perawatan di rumah itulah, kondisi kakaknya memburuk, hingga kemudian harus kembali perawatan di rumah sakit, tepatnya pada Rabu (27/5) lalu.

Saat di rumah sakit, kondisi kakaknya tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. "Di PHC kakak saya gagal napas, sempat dipasang ventilator. Setelah dicek, ternyata detak jantung bayi sudah gak ada," katanya.

"Besoknya, Jumat (29/5), giliran papa dan mama saya yang masuk rumah sakit. Papa tiba-tiba hilang kesadaran dan mengalami diare, sedangkan mama mengalami meriang, batuk, dan sesak napas," ceritanya.

Sehari menjalani perawatan di rumah sakit, ayahnya justru meninggal, pada Sabtu (30/5). "Sempat di-rapid test hasilnya reaktif, tapi belum di-swab, sehingga meninggalnya dengan status PDP," terangnya.

Tak lama setelah ayahnya, giliran kakaknya yang meninggal, tepatnya Minggu (31/5) dini hari. "Meninggalnya pukul 02.00 WIB. Tapi kakak saya sudah sempat menjalani tes swab. Swab test pun keluarga gak tau. Tiba-tiba beberapa hari kemudian mendapat telepon dari puskesmas, kalau hasil swab kakak saya positif," kata D.

"Jadi pas Puskesmas Mojo ngabari kakakku positif, itu petugas sambil minta data semua KK serumah. Katanya mau dijadwalkan swab. Tapi sampai sekarang gak ada rapid test, swab juga secara mandiri," tambahnya.

Namun duka bagi D tidak berhenti di situ. Dua hari kemudian, Selasa (2/6) sore kemarin, giliran mamanya yang meninggal. Sama seperti papanya, sang mama juga belum sempat dites swab, meski sempat menjalani rapid test dengan hasil reaktif. "Jadwal swab dari pihak rumah sakit sebenarnya tanggal 2, tapi sampai mama meninggal sore hari belum sempat dilakukan swab. Harusnya pada hari itu jadwal swab-nya, sudah bayar administrasi juga," ujarnya.

Terkait musibah yang dialami keluarganya ini, dia meminta agar masyarakat tak mudah menghakimi, serta tidak mudah menyebarkan pesan yang belum tentu kebenarannya. Apalagi, menyangkut kondisi keluarga seseorang. "Saya lagi berduka, tapi malah ada kabar seperti itu, menyebutkan bahwa keluarga saya seluruhnya positif Covid-19," pungkasnya.

Berita ini menjadi viral. Pemkot Surabaya pun langsung melakukan rapid test serentak sepanjang gang Gubeng Kertajaya IX. Setidaknya 69 warga dirapid test.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser di Balai Kota Surabaya, Kamis (4/6/2020) mengatakan bahwa hasil rapid test-nya 5 warga reaktif. Menurut dia, saat ini ada yang sudah dibawa ke hotel, dan ada yang diisolasi di rumah. Ia juga menegaskan bahwa kawasan Gubeng Kertajaya itu menjadi prioritas. (rev) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...