Sabtu, 11 Juli 2020 07:19

​Hasil Rapid Test Massal di Surabaya, Ribuan Orang Dinyatakan Negatif

Selasa, 26 Mei 2020 19:32 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
​Hasil Rapid Test Massal di Surabaya, Ribuan Orang Dinyatakan Negatif
Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser. (foto: YUDI A/ BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak henti-hentinya menggelar rapid test massal di sejumlah wilayah yang tersebar di Kota Pahlawan, upaya ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tercatat, hingga 25 Mei 2020, Pemkot telah menggelar 21.203 rapid test.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser mengatakan, dari angka 21.203 rapid test tersebut sebanyak 2.080 hasilnya reaktif. Bagi warga yang dinyatakan reaktif tersebut, langsung dilakukan pemeriksaan swab.

"Dari 2.080 itu yang sudah di-swab sebanyak 1.155 orang. Sekarang sudah keluar hasilnya sebanyak 710 orang," kata Fikser di Balai Kota Surabaya, Senin (26/5/2020).

Fikser menyatakan, hasil swab 710 orang tersebut, terdiri dari 347 positif dan 363 sisanya adalah warga dengan hasil negatif. Namun begitu, ia juga mengaku saat ini pihaknya tengah menunggu sisa hasil swab yang belum keluar berjumlah 445 orang.

"Kita menunggu hasil (swab) tersebut. Mudah-mudahan secepatnya kita dapat menggunakan mobile PCR. Hasil swab-nya sekitar 45 menit sudah bisa keluar," jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya ini juga menjelaskan, 21.203 orang yang telah dilakukan rapid test itu terdiri dari 2.969 tenaga kesehatan (Nakes), 819 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 257 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 12.617 Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Orang Dengan Risiko (ODR) 4.541 orang. "Semuanya dalam pantauan kami," jelasnya.

Menurut Fikser, untuk memastikan pasien itu benar-benar sembuh dan bebas dari Covid-19, minimal mereka sudah dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil negatif selama dua kali berturut-turut.

"Yang belum 2 kali swab negatif, ya belum dikatakan sembuh. Hanya setelah swab 2 kali negatif berturut-turut baru bisa dikatakan sembuh," pungkasnya. (ian/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...