Tolak Relokasi RPH Pegirian, Ratusan Pedagang Demo dan Masuk di Balai Kota Surabaya

Tolak Relokasi RPH Pegirian, Ratusan Pedagang Demo dan Masuk di Balai Kota Surabaya Aksi Demo di depan Balai Kota Surabaya yang menolak relokasi RPH Pegirian. Foto: Suara Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ratusan pedagang dan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, datangi Balai Kota Surabaya, pada Selasa (13/1/2026).

Ratusan pedagang itu, terlihat mengamuk dan memaksa masuk ke dalam Balai Kota untuk menemui Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Awalnya, para pedagang dan jagal RPH Pegirian, melakukan orasi di depan gerbang bagian timur Balai Kota. Akses masuk, dijaga ketat dengan kawat berduri, sementara polisi dan Satpol PP, bersiaga di beberapa tempat.

Situasi menjadi memanas, setelah puluhan ibu-ibu pedagang menerobos masuk ke halaman Balai Kota. Mereka meminta, agar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau perwakilannya menemu massa.

Kericuhan sempat terjadi di pintu masuk utama Balai Kota. Massa menggedor-gedor pintu kaca hingga terdengar suara retakan. Beberapa pot bunga di sekitar pintu masuk juga terlihat rusak.Polisi dan Satpol PP yang berada di dalam gedung berusaha menahan pintu kaca agar tidak pecah.

Massa aksi terlihat terus memaksa masuk dan sempat mendorong petugas yang berjaga. Adu mulut antara pedagang dan aparat juga terjadi di area anak tangga Balai Kota. Meski mendapat peringatan dari petugas, massa tetap bersikeras meminta bertemu langsung dengan Wali Kota.

Namun tak berselang lama, aparat kepolisian dan Satpol PP akhirnya membubarkan massa. Situasi di depan Balai Kota Surabaya pun berangsur kondusif, meski pengamanan masih terus diperketat. (rif)