Minggu, 12 Juli 2020 12:26

Gali Tanggul Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro untuk Pengairan, Kades Prigi Diminta Tanggung Jawab

Jumat, 15 Mei 2020 14:09 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Eky Nurhadi
Gali Tanggul Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro untuk Pengairan, Kades Prigi Diminta Tanggung Jawab
Tim BPBD bersama Satpol, BBWS, Pemdes, TNI, dan Polri langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan kondisi tanggul.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Tanggul sungai Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dipotong oleh beberapa warga. Pemotongan tanggul ini menyalahi aturan dan mengancam putusnya tanggul saat sungai sedang banjir.

Informasi yang diterima dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan, pemotongan tanggul sungai dilakukan Kamis (14/5) pagi kemarin dengan alat berat eskavator. Tujuannya untuk penanaman pipa areal persawahan di Desa Prigi, Kecamatan Kanor.

Namun, kegiatan tersebut diketahui oleh Petugas OP IV (BBWS) Bengawan Solo. Selanjutnya, petugas melaporkan aktivitas itu ke kantor OP IV. Tim BPBD bersama Satpol, BBWS, Pemdes, TNI, dan Polri langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan kondisi tanggul.

"Kita lakukan assessment dan koordinasi dengan pihak terkait. Pemotongan tanggul dengan lebar 1 meter dan kedalaman 1 meter setengah digunakan untuk penanaman pipa ukuran 10 dim sebagai alat pengairan persawahan Desa Prigi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia Jumat pagi, (15/5/20).

Darmono, Kepala Desa Prigi saat dikonfirmasi menjelaskan, pemotongan tanggul Bengawan Solo merupakan inisiatif pemerintah desa setempat guna pengairan areal persawahan Desa Prigi. Namun dalam kegiatan tersebut, pihaknya tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait yang membawahi tanggul sungai.

"Iya, inisiatif pemerintah desa. Karena sebelumnya kami mengambil air dari Bengawan Solo di Desa Tambakrejo, tetapi aliran air tidak maksimal sampai Desa Prigi, sehingga kita buat sendiri di Desa Kanor harapannya air lebih cepat sampai persawahan Prigi," ujar Darmono menjelaskan.

Di lokasi tanggul yang dipotong, kata dia, akan dipasang dua buah pipa berukuran 10 dim dan dua unit pompa air untuk mengairi lahan pertanian warga Prigi kurang lebih seluas 300 hektare.

"Setelah kemarin didatangi beberapa pihak terkait, aktivitas penggalian tanggul dan pemasangan pipa langsung dihentikan. Dan hasil rapat dengan Sekda, kami diminta pertanggungjawabannya mengembalikan tanah tanggul yang kita potong dan gali," katanya.

Darmono mengaku bersalah telah melakukan aktivitas penggalian tanggul tanpa koordinasi terlebih dahulu. Dia juga berjanji dan bertanggungjawab akan mengembalikan tanah dan pemadatan tanah tanggul sesuai standar yang ditentukan BBWS.

"Ya, kami berharap tetap bisa mengambil air dari Bengawan Solo di Desa Kanor, karena jaraknya lebih dekat dibandingkan dari Desa Tambakrejo. Sebelumnya kami sering diprotes petani karena air sering telat, sehingga kami membuat pompanisasi sendiri dari Desa Kanor," ujarnya menambahkan. (nur/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...