Sabtu, 31 Juli 2021 04:21

PSBB Jilid II di Sidoarjo, Warga Keluar Rumah Wajib Bawa Surat Jalan RT-RW

Kamis, 14 Mei 2020 23:24 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mustain
PSBB Jilid II di Sidoarjo, Warga Keluar Rumah Wajib Bawa Surat Jalan RT-RW
PAPARAN: Wabup Nur Ahmad (tengah) menjelaskan soal PSBB jilid dua, di Pendapa Delta Wibawa, Kamis (14/5). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah aturan baru diterapkan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua di Kabupaten Sidoarjo, yang berlaku mulai 12 hingga 25 Mei 2020. Salah satunya, warga yang terpaksa keluar rumah hingga harus melewati chek point PSBB, wajib membawa surat jalan dari RT-RW setempat.

Warga dimaksud yakni warga di luar petugas keamanan, tenaga medis, hingga pekerja yang berangkat dan pulang kerja, serta golongan pengecualian lainnya. Diketahui, PSBB diterapkan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau virus Corona.

Aturan soal surat jalan dari RT-RW ini disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, di Pendapa Delta Wibawa, Kamis (14/5) sore.

"Surat jalan ini digunakan jika masyarakat akan menemui check point atau posko relawan Covid-19. Biar masyarakat yang punya kepentingan urgen tidak dapat kesulitan dalam perjalanannya," cetus Nur Ahmad Syaifuddin.

BACA JUGA : 

Kejar Target Pendapatan Pajak, BPPD Sidoarjo Bertahap Pasang Alat Perekam Transaksi

Terpelanting 50 Meter Tak Pakai Helm, Pemuda di Sidoarjo Tewas Seketika

Kepergok Curi Elpiji di Sidoarjo, Warga Menganti Jadi Bulan-bulanan Warga

Dilengkapi Dapur Jamu, Dandim Sidoarjo Apresiasi Kampung Tangguh di Krian

Nur Ahmad menjelaskan, ada sejumlah perubahan dalam perpanjangan pemberlakuan PSBB di Sidoarjo. Pihaknya memberikan kewenangan yang cukup di tingkat desa hingga RT-RW. Jika saat PSBB pertama fokusnya di check point, 14 titik di Sidoarjo, kini tugas dan kewenangan itu sebagian dialihkan ke desa hingga RT-RW.

Kata Plt. Bupati Sidoarjo ini, ada posko relawan Covid-19 di desa yang bakal memiliki peran tambahan. Jika saat PSBB pertama, posko ini memfilter orang luar masuk desa, kali ini dengan kewenangan baru tersebut, bisa memfilter orang dalam yang hendak keluar dari desa.

Menurut Nur Ahmad, kewenangan tersebut diimplementasikan dengan surat jalan yang diberikan oleh RT-RW. "Ada form surat jalan, jadi bekal dan bisa memfilter masyarakat yang ingin keluar," urai Cak Nur, panggilan karib Nur Ahmad Syaifuddin.

Jadi, kata Cak Nur, masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah, bisa meminta surat jalam RT-RW tersebut, kecuali bagi mereka yang memang diperbolehkan sesuai aturan, misalnya karyawan.

Dijelaskan Cak Nur, surat jalan RT-RW ini memiliki masa berlaku sesuai dengan keperluan warga tersebut. Dia lantas memberi contoh. Misalnya, digunakan berkaitan dengan pekerjaan, bisa berlaku hingga masa PSBB berakhir, yakni 14 hari.

"Kalau kepergiannya itu untuk menemui orang tuanya yang sakit di rumah sakit (RS) sini, maka bisa berlaku cukup sekali. Di situ ada keperluannya apa, berlakunya berapa (hari)," beber Cak Nur.

Dalam PSBB jilid dua ini, kata Cak Nur, untuk sanksi juga ada perubahan. Bagi masyarakat yang melanggar jam malam, bisa dikenakan sanksi edukasi, yakni bekerja sosial.

Diketahui, PSBB memberlakukan jam malam, yakni mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Di rentang waktu tersebut, warga dilarang untuk keluar rumah tanpa tujuan berarti.

Bentuk kerja sosial ini beragam. Mulai dari bekerja di dapur umum PSBB, membersihkan masjid dan makam, bertugas di check point, hingga diminta menjadi relawan memakamkan warga yang meninggal akibat Covid-19. "Nanti ini akan diatur oleh Satpol PP," tutur Cak Nur.

Dengan penerapan sanksi sosial itu, Cak Nur berharap meningkatkan kesadaran warga sehingga tidak meremehkan upaya penanganan pencegahan Covid-19. "Begitu juga sanksi lainnya, ada penahanan KTP, penahanan sepeda motor, yang dilihat dari tingkat kesalahannya (pelanggaran)," tandasnya. (sta/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...