Rabu, 15 Juli 2020 08:15

Kadinkes Bangkalan: Pelaut yang Baru Datang dari Luar Negeri Harus Jujur dan Disiplin

Rabu, 13 Mei 2020 16:05 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Subaidah
Kadinkes Bangkalan: Pelaut yang Baru Datang dari Luar Negeri Harus Jujur dan Disiplin
H. Sudiyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, H. Sudiyo mengimbau masyarakat yang berprofesi sebagai pelaut dan datang dari mancanegara untuk jujur perihal kedatangannya. Hal itu dikarenakan dari 20 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangkalan, 75 persennya berasal dari klaster pelaut luar negeri.

"Dari 20 orang itu, 15 orang dari klaster pelayaran, dan 5 orang sisanya dari TKHI, sehingga 75 persen pasien Covid-19 ini didominasi oleh klaster pelayaran dari mancanegara, bukan lokal," jelasnya saat dijumpai di kantornya, Rabu (13/5/2020).

Kadinkes mengimbau kepada warga yang berprofesi pelaut ini untuk jujur memberikan keterangan kepada petugas, serta bertindak disiplin sesuai dengan anjuran pemerintah. Yakni dengan melakukan pelaporan kedatangan kepada tim satgas di daerah masing-masing.

"Karena ada beberapa pelayar ini yang menutup diri. Merasa tidak berdosa, tidak mau isolasi mandiri karena merasa dirinya itu sehat, dan malah berkeliaran ke mana mana. Jadi, saya harap lebih disiplin lagi kalau dirinya berasal dari negara endemik," ujarnya.

"Kejujuran ini perlu dilakukan untuk keselamatan dirinya, keluarganya, serta masyarakat sekitar. Kedisiplinan ini, bisa dilakukan dengan cara melaporkan kedatangan dan melakukan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan Covid-19," tambahnya.

Perihal pencegahan, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan OPD dan camat agar memberikan sosialisasi kepada kepala desa. Terutama, di lingkaran Kamal, Socah, Bangkalan, Arosbaya, dan Klampis.

"Upayanya dengan memberikan tanda yang besar di rumah warga yang baru datang pelayaran tersebut. Ya, agar masyarakat yang lain bisa mengetahui dan bersama-sama menjaga orang itu agar jangan keluar rumah," tuturnya.

Apalagi, gedung Balai Diklat yang dijadikan sebagai tempat isolasi terpadu hanya bisa menampung sebanyak 50 orang. Karena itu, pihaknya menyarankan bagi warga yang baru datang untuk isolasi mandiri di rumah.

"Ruang isolasi di Balai Diklat hanya bisa menampung sebanyak 50 orang, sedangkan yang datang dari pelayaran ini bisa sampai 150 orang. Maka, isolasi mandiri di rumah menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan," pungkasnya. (ida/uzi/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...