Rabu, 15 Juli 2020 08:36

Petrokimia Gresik Bantu Korban Dampak COVID-19 di Wilayah Pulau Madura

Rabu, 29 April 2020 17:50 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Petrokimia Gresik Bantu Korban Dampak COVID-19 di Wilayah Pulau Madura
Jajaran direksi Petrokimia Gresik menyerahkan bantuan dampak Covid-19 di wilayah Pulau Madura. Foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) BUMN Jawa Timur, Petrokimia Gresik perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali memberikan bantuan sembako untuk masyarakat Jatim. Khususnya, di Pulau Madura, yakni melalui Yayasan Madura Peduli Indonesia.

Bantuan sembako berupa 12 ton beras dan 400 boks mi instan, secara simbolis diserahkan oleh Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Petrokimia Gresik, Dwi Ary Purnomo kepada Ketua Yayasan Madura Peduli Indonesia, Umar Wachidin di Posko Command Center BUMN Jatim di Sarana Olahraga Tri Dharma Petrokimia Gresik, Senin (27/04/2020).

Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Satgas Tanggap Covid-19 Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono menjelaskan bahwa upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membutuhkan peran aktif semua pihak untuk saling membantu dari berbagai aspek, serta senantiasa menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Lanjut Yusuf, Pandemi Covid-19 telah berdampak hampir di seluruh sektor di Indonesia, termasuk perekonomian, sehingga penanganannya pun harus menyentuh seluruh sektor tersebut secara komprehensif.

"Untuk itu, selain aktif memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada puluhan rumah sakit, kami juga aktif membagikan bantuan sembako guna meringankan beban masyarakat yang secara ekonomi terdampak Covid-19," ujar Yusuf.

Bantuan sembako ini, untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kebijakan physical distancing dan imbauan #DiRumahAja yang digencarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Meskipun Madura belum menerapkan PSBB, bantuan ini menjadi penting mengingat tiga dari empat kabupaten di Pulau Madura yakni Bangkalan, Pamekasan, dan terbaru Sumenep termasuk dalam zona merah Covid-19.

Berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi, seperti warung, toko, atau aktivitas lain yang melibatkan banyak orang, diimbau untuk tutup sementara. Sehingga, perekonomian daerah menjadi lesu dan masyarakat kecil sangat merasakan dampaknya.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu meringankan beban masyarakat Madura yang terdampak akibat lesunya perekonomian yang disebabkan oleh Covid-19," terang Yusuf.

Bantuan ini, melengkapi bantuan sembako yang diberikan Petrokimia Gresik untuk masyarakat Jatim. Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah memberikan bantuan sembako untuk masyarakat Gresik, Lamongan, dan Pasuruan.

Dalam kesempatan ini, Yusuf kembali mengajak masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar yang kurang perlu.

"Kami juga berharap semoga wabah ini dapat segera berakhir dan semua aktivitas masyarakat dapat berjalan normal seperti sedia kala," pungkasnya. (hud/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...