Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima bantuan Reagen Polymerase Chain Reaction (PCR) kit sebanyak 41 ribu dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). foto: IST./BANGSAONLINE
“Dengan adanya 6 lab di Jatim dan tambahan dukungan reagen PCR kit sebanyak 41 ribu yang kita terima hari ini, maka kenaikan kapasitas lab di Jatim kini mampu melakukan 1.102 swab test/hari dan stok reagen aman hingga 37 hari ke depan” terang orang nomor satu di Jatim ini.
Khofifah menambahkan, 41.000 PCR kit itu akan diutamakan bagi mereka yang berisiko tinggi seperti para tenaga medis. Selain itu, juga bagi mereka yang berstatus PDP dan belum melakukan swab test sebelumnya.
“Dengan tambahan bantuan reagen PCR kit ini kami berharap maka proses tes swab lewat dengan PCR bisa dilakukan dengan cepat. Di mana, kecepatan ini juga sangat mempengaruhi penanganan wabah covid-19, dan tentunya juga bisa membuat masyarakat lebih tenang,” harapnya.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Jatim telah siap menjelang pelaksanaan PSBB pada Selasa (28/4) besok, karena baik APD maupun reagen PCR kit yang kita miliki sudah mencukupi,” imbuh mantan Menteri Sosial ini.
Sementara itu, per Minggu (26/4) sore, di Jatim terdapat tambahan kasus positif baru sebanyak 18 orang sehingga total kumulatifnya menjadi 785 orang. Sedangkan untuk PDP terdapat 2.681 orang dengan sebaran diantaranya 1.004 di Surabaya, 172 orang di Sidoarjo dan 130 orang di Gresik. Untuk ODP tercatat hingga hari ini ada 18.350 orang.
Selain itu, dari total kasus positif covid-19 di Jatim terdapat 140 orang yang dinyatakan konversi negative atau sembuh atau setara 17,83 persen. Dan dari total pasien positif covid-19 tersebut terdapat 88 orang yang meninggal atau setara 11,21 persen. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




