Peta sebaran Covid-19 di Kota Batu update tanggal 25 April.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pasien positif Covid-19 Kota Batu bertambah menjadi 3 orang. Tambahan 1 pasien positif ini merupakan peningkatan status dari pasien dalam pengawasan (PDP).
"Pasien konfirm ke-3 ini awalnya adalah pasien PDP yang masuk tanggal 17 April 2020 dengan penyakit penyerta CFH (gagal jantung kongestif) dan pneumonia berat. Pada tanggal 21 April yang bersangkutan dibolehkan pulang karena klinis sudah membaik. Namun hasil swab test menunjukkan positif, sehingga yang bersangkutan harus dievakuasi kembali untuk menjalani perawatan di RS Karsa Husada," ujar M. Chori, Jubir Gugus Tugas (Gugas) Covid-19 Kota Batu, Minggu (26/4).
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
Ia menjelaskan, kondisi pasien dengan jenis kelamin perempuan ini memang sudah sepuh dengan usia lebih kurang lebih 75 tahun, sehingga sangat rentan terpapar Covid-19. Anehnya, yang bersangkutan selama ini tidak pernah ke mana-mana.
"Hasil swab pasien konfirm ke-3 ini keluar tanggal 25 April kemarin. Kami juga sudah melakukan rapid test yang pertama tanggal 20 April, dan rapid test kedua tanggal 25 April bagi anggota keluarga pasien dengan hasil negatif dan akan dilakukan tes ulang," jelasnya.
Ditanya tentang kemungkinan adanya penularan Covid-19 saat pasien dirawat sejak 17 April hingga 21 April di rumah sakit, M. Chori mengaku masih mendalami kemungkinan tersebut. Selain itu, juga didalami kemungkinan ada keluarga atau anaknya yang bepergian ke Malang atau daerah lainnya dalam rangka urusan pekerjaan atau belanja.
"Memang ada anggota keluarga yang punya riwayat ke Kota Malang, tapi sudah di-rapid test dan hasilnya negatif. Bahkan, seluruh anggota keluarga sudah di-rapid test sampai 2 kali dan hasilnya negatif semua. Makanya, nanti akan diperluas cakupan tracing-nya, tidak hanya menyasar anggota keluarga, tetapi juga tetangga dekat atau anggota keluarga lain yang pernah kontak dengan pasien," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




