Sementara misinem (74th) warga desa Ngares RT 16 RW 04 yang sehari-hari sebagai penjual berupa kripik singkong dan tape singkong merasa senang mendapat bantuan beras dari Nuri Yunita Sari.
"Saya ucapkan terima kasih pada mbak Nuri atas bantuannya," kata Misinem sembari mengerjakan olahan kripik singkong dan tape singkong di bagian belakang rumahnya.
Misinem mengatakan sebelum adanya wabah Covid 19, produk olahan kripik singkong dan tape singkong produksinya sering diambil para pedagang dari Ponorogo.
Namun, semenjak adanya Covid-19 dan pemberlakukan kebijakan social distancing dan physical distancing, maka tak ada lagi pedagang dari Ponorogo yang mengambil produknya.
Ia mengaku, bisa mendapat penghasilan sekitar 100 ribu per hari dari usahanya ini. Namun selama pandemi Corona ini pendapatan kotor dalam sehari hanya mencapai 40-50 ribu per hari. (man/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




