Hadi menunjukkan pintu rumahnya di Desa Sruni Gang Nangka, Kec. Gedangan.
Hadi memutuskan menghubungi pihak leasing. Namun, dia tak menemukan HP miliknya. Setiap jengkal bagian rumah disisir dan dipelototi. Sayangnya, HP itu tak kunjung ketemu. "Dua HP amblas. HP saya dan anak," paparnya.

Hadi curiga, motor dan dua HP tersebut digasak salah satu penghuni kos yang tinggal di rumahnya. Awal bulan lalu, ada empat orang yang kos. Namun tidak lama. Hanya satu minggu. "Mereka bekerja di proyek," ucapnya.
Tiga orang pekerja tak menginap. Kamar kos itu hanya digunakan sebagai tempat istirahat saat sore hari. Saat malam, mereka pulang ke rumahnya di Mojokerto.
Sedangkan satu orang, tinggal di kos. Sebab, dia berasal dari Kediri. Menurut Hadi, satu pekerja itu kerap melihat dia menaruh STNK motor di tasnya. "Mudah-mudahan pelaku segera tertangkap," paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Gedangan Kompol Heri Siswoko mengaku sudah mendengar laporan kehilangan motor tersebut. Namun polisi belum bisa menindaklanjuti.
"Harus ada nomor rangka dan mesin," paparnya.
Menurut dia, dua nomor kendaraan itu sangat dibutuhkan. Sebab, berkaitan dengan identitas kendaraan. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




