Hadi menunjukkan pintu rumahnya di Desa Sruni Gang Nangka, Kec. Gedangan.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Menjelang subuh, sekitar pukul 04.00 WIB, Farida terjaga dari tidurnya. Ibu tiga anak itu hendak buang air kecil. Di depan dapur, langkahnya tertahan. Dia kaget satu motornya tidak berada di tempat. Hilang.
Niat buang air kecil pun tertunda. Perempuan asal Sampang, Madura, itu lantas bergegas kembali ke kamar. Panik, dia segera membangunkan suaminya, Diah Hadi Wijaya yang tengah terlelap tidur. "Pak, sampeyan taruh mana motornya," ujar Hadi menirukan ucapan istrinya.
BACA JUGA:
- Santri MTs di Sidoarjo Diduga Dianiaya Pengurus Ponpes, Keluarga Minta Keadilan
- Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil di Sidoarjo
- Sidang Penggelapan Kasur di Sidoarjo: 7 Ponpes Sudah Bayar Lunas, Tapi Uang Rp620 Juta Tak Disetor
- Diduga Dipicu Klakson, Pria di Waru Sidoarjo Sabet Pengendara Mobil dengan Celurit
Rasa kantuk membuat warga Desa Sruni, Gedangan itu menjawab sekenanya. Motor diparkir di depan dapur. "Saya jawab di tempat biasanya bu," tuturnya.
Jawaban Hadi menambah rasa kalut. Farida kembali menimpali ucapan suaminya. Perempuan 40 tahun itu mengatakan motor Honda Vario W 3061 TN tidak ada di tempat. Baru setelah itu dia langsung bergegas turun. "Motor sudah lenyap," paparnya.
Hadi bergegas mengamati rumahnya. Pintu depan terbuka lebar. Kondisi di luar rumah masih sepi. Dia sempat berbincang dengan warga sekitar. Namun tidak ada satu pun yang mengetahui motornya keluar rumah.

Tanpa pikir panjang, Hadi berganti pakaian. Dia mengajak Farida melaporkan kejadian itu ke Polsek Gedangan. Sampai di Polsek, petugas memintanya menunjukkan STNK motor. "Ternyata STNK juga diambil maling," keluhnya.
Alhasil, petugas polsek memintanya kembali ke rumah. Untuk melengkapi sejumlah syarat dokumen. Seperti nomor mesin dan nomor rangka kendaraan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




