Perkembangan virus Corona di Kabupaten Probolinggo.
“Semua fasilitas umum akan dilakukan pengawasan termasuk penyemprotan. Semua sudah berjalan hanya jadwalnya saja yang masih belum. Semua sudah diprogram bahwa semua pasar tradisional akan dilakukan pengawasan dan penyemprotan,” terangnya.
“Selama dalam proses penanganan di RSSA Malang, balita PDP 3 tahun asal Kecamatan Dringu akan didampingi oleh orang tuanya. Kita juga melakukan pengawasan dan pendampingan di rujukan RSSA Malang. Terus kita melakukan pengawasan bagi keluarga yang tinggal di rumah. Hal ini sesuai dengan perintah dari Ibu Bupati,” tegasnya.
Terkait dengan adanya informasi WNA (Warga Negara Asing) yang bekerja di PT YTL Jawa Power Paiton yang meninggal dunia di RS Rizani Paiton karena positif virus Corona, Anang memastikan bahwa berita itu tidak benar alias hoax.
Pria yang juga Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo ini mengakui bahwa secara umum di apotek saat ini memang masker sedang kosong karena memang kesulitan untuk mendapatkannya.
“Kita hanya memfasilitasi apotek untuk mendapatkan masker, tetapi tidak mudah. Fokus kami di Satgas menyediakan alat-alat pelindung diri untuk mem-backup rumah sakit dan puskesmas yang ada. Supaya mereka dalam melaksanakan tugasnya aman sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dengan semakin banyaknya jumlah ODR, Anang mengakui bahwa kebutuhan masker memang sangat tinggi. Sementara di sisi lain, masyarakat kesulitan untuk mendapatkan masker. Oleh karena itu Dinkes akan menyediakan masker untuk melayani masyarakat termasuk pasien yang sedang batuk.
“Kita harapkan nantinya masyarakat yang batuk dan ada keluhan sakit di pusat layanan kesehatan akan diberikan masker secara gratis. Karena itu sumber penularan dan akan diprioritaskan mendapatkan masker gratis,” jelasnya.
Terkait dengan pengajuan rumah sakit di Kabupaten Probolinggo sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan khusus pasien virus corona rencananya bakal dipusatkan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. (ndi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




