Rabu, 21 Oktober 2020 09:11

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Dinkes Minta Masyarakat Tak Berlebihan Konsumsi Empon-empon

Kamis, 05 Maret 2020 17:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Dinkes Minta Masyarakat Tak Berlebihan Konsumsi Empon-empon
Dr. Christine Indrawati, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pasca pemerintah mengumumkan ada dua orang warga Depok, Jawa Barat, yang positif terinfeksi Virus Corona, aksi pembelian barang secara berlebihan (panic buying) terjadi di sejumlah daerah.

Selain masker, hand sanitizer (cairan pembersih tangan), dan sembako, komoditas lain yang menjadi buruan masyarakat adalah empon-empon atau bumbu dapur yang berasal dari tanaman jenis rimpang seperti jahe, kunyit, sereh serta temulawak. Empon-empon dipercaya sebagai jamu herbal atau obat tradisional untuk menjaga daya tahan tubuh.

Merespons fenomena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Dr. Christine Indrawati mengatakan empon-empon memang tidak bisa membunuh virus corona, namun bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Yang paling umum biasanya jahe dan serai yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh," kata Dr Christine, Kamis (5/3/2020).

Meski begitu, Christine mengimbau agar masyarakat mengonsumsi empon-empon secara bijak. Meskipun dapat meningkatkan daya tahan tubuh, namun konsumsi empon-empon secara berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

"Kalau untuk dosisnya sebaiknya memang jangan berlebihan, cukup satu kali sehari. Jadi konsumsi yang sewajarnya saja, dan belinya juga sewajarnya saja, tidak perlu memborong stok di pasaran. Selain itu, masih banyak juga cara lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain mengonsumsi empon-empon. Asalkan makan bergizi, rutin olahraga, istirahat cukup, dan kelola stres. Hal ini sudah sangat membantu menjaga daya tahan tubuh," jelasnya.

Christine mengaku, selain laris manis di sejumlah pasar tradisional, empon-empon yang ditanam oleh Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) asuhan Pemkab Blitar juga kewalahan melayani pembeli. Bahkan dari 50 Asman Toga di Kabupaten Blitar, beberapa di antaranya ada yang sampai mendapat pesanan dari luar daerah.

"Saya tanya ke beberapa pengelola Asman Toga, memang ada peningkatan pembelian, bahkan ada yang skalanya besar-besaran. Dari sisi harga, otomatis sesuai hukum ekonomi harganya jadi naik berlipat-lipat," pungkasnya.

Sementara berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Blitar, harga empon-empon memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga jahe yang sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Disusul kunyit mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 7.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram. Lalu temulawak dari sebelumnya Rp 6.000 naik menjadi Rp 10.000 rupiah per kilogram. Kemudian serai dari Rp 4.000, sekarang Rp 6.000 per kilogram.

"Sejak tiga hari ini harganya naik semua, mulai dari jahe, kunyit sampai serai. Padahal biasanya nggak pernah naik serempak seperti ini, mungkin karena katanya bisa melawan virus corona, jadi banyak yang nyari dan harganya jadi naik," ungkap Tatik, salah satu penjual empon-empon di Kecamatan Nglegok. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...