Minggu, 05 April 2020 06:56

Demi Sewa Pengacara untuk Suami, Perempuan di Tuban ini Nekat Jual Sabu

Rabu, 26 Februari 2020 22:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Demi Sewa Pengacara untuk Suami, Perempuan di Tuban ini Nekat Jual Sabu
UF (29) seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, menyesali perbuatannya telah menjadi pengedar sabu.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sambil menutupi wajahnya, UF (29) seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, menyesali perbuatannya telah menjadi pengedar sabu.

Kini, ia harus mendekam di penjara menemani sang suami berinisial F yang lebih dulu diamankan dengan kasus yang sama. Bahkan, perempuan satu anak itu rela menjual sepeda motor matic-nya seharga Rp 9,5 juta untuk modal membeli sabu.

Nantinya, uang dari hasil penjualan sabu akan ia gunakan untuk menyewa pengacara guna memberi pembelaan hukum terhadap sang suami.

"Uangnya buat bayar pengacara agar bisa membela suami saya di persidangan," kata UF, Rabu (26/2).

Dari pengakuannya, dia baru enam bulan berjualan sabu. Selain untuk menyewa pengacara, sisa uang penjualan sabu akan ditabung dan digunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, sejak suaminya dipenjara, UF-lah yang menjadi tulang punggung keluarga.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono membenarkan, semenjak suaminya mendekam di penjara, UF diminta untuk berjualan sabu. Hasilnya direncanakan untuk menyewa pengacara dalam mengupayakan suaminya agar mendapat keringanan hukuman.

Dari hasil menjual motor, digunakan tersangka sebagai modal untuk membeli sabu seberat 13 gram dari salah satu bandar narkoba asal Kabupaten Pasuruan. Sabu yang telah dibeli itu kemudian ia bagi menjadi beberapa bagian yang dibungkus mengunakan plastik klip, selanjutnya ia edaran ke sejumlah pelanggan.

"Barang haram itu didapat dari seorang bandar dari Pasuruan," jelasnya.

Perwira menengah itu menambahkan, UF diamankan di depan rumahnya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita 13 gram sabu yang ia simpan dalam dompetnya.

"Pelaku berencana akan mengantarkan sabu yang sudah dipesan oleh pelanggannya. Tapi belum sampai bertransaksi, sudah kita tangkap," ungkapnya.

Akibat dari perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 114 UU RI Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...