Selasa, 14 Juli 2020 22:13

Presiden Tak Berani ke Kediri, Berikut Penawarnya agar Tak Dilengserkan

Sabtu, 15 Februari 2020 15:28 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Presiden Tak Berani ke Kediri, Berikut Penawarnya agar Tak Dilengserkan
Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH. Kafabihi Mahrus (memakai sorban). foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Selama ini ada mitos bahwa Kediri dianggap sebagai wilayah 'wingit' yang tak boleh didatangi Presiden Republik Indonesia. Bila ada Presiden RI yang berani datang, maka ketika kembali ke Jakarta akan terjadi gonjang-ganjing dan bisa saja langsung lengser seperti dialami Soekarno Presiden pertama RI, dan Gus Dur Presiden ke-6 Republik Indonesia. Makanya selama ini, Presiden Joko Widodo hanya mengutus para menterinya untuk mendatangi setiap acara di Kediri.

"Yang melarang Pak Jokowi datang ke Kediri, memang saya. Bukan apa-apa, tapi belajar dari pengalaman saat Gus Dur datang ke Kediri, ketika kembali ke Jakarta ternyata terjadi gonjang-ganjing dan akhirnya Gus Dur dilengserkan," kata Menteri Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung, saat memberi sambutan di Peresmian rumah susun di Ponpen Hidayatul Mubtadiin, Lirboyo, Kota Kediri, Sabtu (15/2).

Promono Anung memang benar, dari enam Presiden yang berkuasa di republik ini hanya dua presiden yang berani datang ke Kediri, yakni Presiden Soekarno dan Gus Dur, dan kedua-duanya akhirnya diturunkan dari kursi presiden dengan cara politik.

Ternyata kekhawatiran itu didengar oleh Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH. Kafabihi Mahrus. Menurut Yai Kafa, demikian panggilan akrab Ketua Yayasan Ponpes Lorboyo dan Ketua MUI Kota Kediri, selama ini memang ada mitos bahwa setiap Presiden RI yang berani datang ke Kediri, akan lengser atau dilengserkan begitu kembali ke Jakarta.

"Saya mendapat bisikan, bahwa Presiden Republik Indonesia, sekarang tidak perlu takut lagi datang ke Kediri, karena sudah ada penawarnya, yaitu ziaroh ke makam Mbah Wasil di Setono gedong," kata Yai Kafa saat memberi sambutan selamat datang kepada Menseskab Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sebelum peresmian rumah susun di Ponpes Lirboyo yang memiliki 29 ribu santri itu.

Menurut Kiai Kafa, Mbah Wasil diyakini hidup di zaman Kerajaan Kediri saat dipimpin Sri Aji Joyoboyo.

"Mbah Syeh Wasil Syamsudin antara tahun 920 - 929 Hijriah atau tahun 1514 - 1523 Masehi, ketika jaya-jayanya Kerajaan Kediri sudah datang ke Kediri untuk menyebarkan Agama Islam," terang Yai Kafa. (uji/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...