Jumat, 28 Februari 2020 16:32

Bonek Minta Pemkot Penuhi Komitmen agar Persebaya Tetap Main di Surabaya

Kamis, 23 Januari 2020 22:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Bonek Minta Pemkot Penuhi Komitmen agar Persebaya Tetap Main di Surabaya
Suasana rapat antara Dispora Kota Surabaya dengan manajemen Persebaya dan perwakilan supporter pendukung Persebaya (Bonek Mania), belum lama ini. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hasil rapat antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya serta Persebaya, Rabu (22/1) kemarin, belum sepenuhnya membuat Bonek (julukan pendukung Persebaya) puas. Masih terbesit kekhawatiran di benak Bonek bahwa Pemkot akan kembali memberi harapan palsu, seperti yang sudah-sudah.

Hal itu diungkapkan oleh Husin Ghozali, salah satu perwakilan Bonek dari kelompok GreenNord yang ikut rapat bersama Dispora dan Persebaya. Ia meminta Pemkot kali ini lebih berkomitmen terhadap janjinya. Komitmen itu tentu dilakukan atas dasar ketulusan, bukan atas kepentingan politik karena mendekati Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2020.

“Karena bukan satu, dua kali loh Pemkot tidak bisa berkomitmen terhadap keputusannya sendiri,” ujar pria yang akrab disapa Cak Cong itu, Kamis (23/1).

Dia mencontohkan komitmen Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi ketika menyegel Wisma Karanggayam. “Saat itu Eri bilang tidak ada penyegelan, pengosongan, penggembokan, ternyata lidahnya memang tak bertulang. Buktinya sekarang,” ujar Cak Cong.

Yang dimaksud Cak Cong tak lain pernah adanya video berisi statement Eri Cahyadi di media terkait polemik penggunaan Wisma Persebaya di Karanggayam, Tambaksari. Video itu beredar ketika Pemkot melakukan pengosongan dan penggembokan Wisma Persebaya.

Bonek pun geram dengan tindakan itu. Mereka menganggap penyegelan dan pengosongan Wisma Persebaya --termasuk lapangan di dalamnya-- bisa berdampak pada pembinaan usia dini. Sebab di sanalah, pembibitan skuat muda Persebaya dilakukan. Juga, pelaksanaan kompetisi internal.

Bonek pantas risau. Sebab dari Lapangan Karanggayam itulah selama ini lahir pemain-pemain hebat. Baik dari mereka yang masuk skuat muda Persebaya, maupun mereka yang mengawali karir dari kompetisi internal Persebaya.

Di video itu Eri memang sempat memberikan angin segar. Dia menyampaikan di hadapan manajemen Persebaya dan media bahwa semuanya hanya miskomunikasi.

Faktanya, sampai sekarang Persebaya tak bisa memanfaatkan lapangan Karanggayam. Manajemen Persebaya dan Bonek pun memilih berjuang di jalur hukum, lewat gugatan di pengadilan.

Cak Cong berharap sikap Pemkot yang melunak memberikan izin penggunaan Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November bukan karena adanya ASN (aparatur sipil negara) di lingkungan Pemkot yang digadang-gadang bakal jadi calon wali kota.

Kekhawatiran Cak Cong tidak berlebihan. Sebab, sejak Persebaya kembali ke Liga Indonesia, Green Force tak pernah mendapatkan izin berlatih di Gelora 10 November. Padahal, tim lain seperti Madura United dan Persipura mendapatkan izin penggunaan lapangan bersejarah tersebut.

Dia mengkritik Tri Rismaharini yang mendekati Bonek hanya ketika akan ada pemilihan wali kota, atau ketika Persebaya berprestasi. “Dulu waktu pemilihan, pakai syal bonek bilang ibuke bonek. Tapi setelah jadi seperti ini. Sama ketika Persebaya U-20 juara, disambut, tapi ketika Persebaya ada masalah seperti ini hilang entah ke mana,” jelasnya. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...