Kamis, 29 Juli 2021 02:52

Polisi Gerebek Tempat Pengolahan Ayam Tiren di Kota Blitar

Jumat, 10 Januari 2020 15:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Polisi Gerebek Tempat Pengolahan Ayam Tiren di Kota Blitar
Polisi menunjukkan dua tersangka beserta barang bukti puluhan ekor ayam tiren.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polisi menggerebek tempat pengolahan ayam tiren atau mati kemarin di Kota Blitar. 

Dari penggerebekan sebuah rumah di Jalan Jati, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, petugas menemukan 28 ekor bangkai ayam. Terdiri dari 8 ekor bangkai ayam yang sudah dibersihkan bulu dan jerohannya dan 20 ekor ayam yang masih dalam kondisi utuh.

Dari penggerebekan ini, polisi mengamankan dua orang pelaku. Mereka adalah Imam Waluyo (43) dan Antok Wasono (42), keduanya merupakan warga Jalan Jati Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, penggerebekan ini berawal dari laporan warga sekitar lokasi pengolahan ayam tiren tersebut.

BACA JUGA : 

Stok Menipis, Wabup Blitar Minta Tambahan Vaksin Melalui Ketua DPD RI

Manfaatkan Bus Sekolah, Pemkot Blitar Launching Vaksinasi Door to Door

Kota Blitar Masuk PPKM Level 4, Santoso: Namun Ada Kelonggaran

84 Tahanan Polres Blitar Divaksin Covid-19

"Dari laporan itu, akhirnya unit opsnal melakukan penyelidikan, selanjutnya anggota opsnal melakukan penggerebekan rumah di Jalan Jati Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 28 ekor bangkai ayam, terdiri dari 8 ayam yang sudah bersih dan 20 ayam yang belum dibersihkan," tutur AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (10/1/2020).

Keduanya telah melakukan tindak pidana barang siapa menjual, menawarkan, menerima atau membagi-bagikan barang, sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang.

Untuk mengelabui pembeli, ayam yang sudah menjadi bangkai itu diolah menggunakan kunyit, ketumbar, dan daun jeruk untuk menyamarkan bau busuk.

"Kondisi ayam ini sudah mati atau bisa dibilang bangkai. Kemudian oleh kedua pelaku diolah sedemikian rupa menggunakan bumbu-bumbu berupa kunyit dan ketumbar instan untuk menghilangkan bau dan bau busuk," terangnya.

Dari pengakuan kedua pelaku, mereka memiliki peran berbeda dalam mengedarkan bangkai ayam tersebut. Imam Waluyo membeli bangkai ayam dari seorang pengepul seharga Rp 5.000/ekor. Kemudian dibersihkan bulu dan jerohannya lalu dijual lagi kepala Antok seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000, tergantung ukuran ayam.

Antok kemudian mengolah kembali bangkai ayam tersebut menggunakan kunyit, ketumbar dan daun jeruk agar warna dan bau busuk ayam hilang. Kemudian dijual lagi seharga Rp 20.000 hingga Rp 25.000/ekor.

"Yang saya jual itu sudah dalam bentuk ayam ungkep diingkung. Dibumbui pakai kunyit dan ketumbar, biar bau dan warnanya hilang. Saya jual ke Kesamben sampai Malang. Biasanya di pasar-pasar," ungkap Antok.

Dalam sehari, keduanya bisa mendapat, mengolah, dan menjual sekitar 20 sampai 25 ekor ayam. Tergantung stok dari pengepul yang hingga kini masih diburu Satreskrim Polres Blitar Kota. "Sehari biasanya 20 sampai 25 ekor," imbuhnya.

Kepada keduanya, polisi menerapkan pasal 204 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun. (ina/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...