Sabtu, 15 Agustus 2020 14:26

Polisi Gerebek Tempat Pengolahan Ayam Tiren di Kota Blitar

Jumat, 10 Januari 2020 15:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Polisi Gerebek Tempat Pengolahan Ayam Tiren di Kota Blitar
Polisi menunjukkan dua tersangka beserta barang bukti puluhan ekor ayam tiren.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polisi menggerebek tempat pengolahan ayam tiren atau mati kemarin di Kota Blitar. 

Dari penggerebekan sebuah rumah di Jalan Jati, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, petugas menemukan 28 ekor bangkai ayam. Terdiri dari 8 ekor bangkai ayam yang sudah dibersihkan bulu dan jerohannya dan 20 ekor ayam yang masih dalam kondisi utuh.

Dari penggerebekan ini, polisi mengamankan dua orang pelaku. Mereka adalah Imam Waluyo (43) dan Antok Wasono (42), keduanya merupakan warga Jalan Jati Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, penggerebekan ini berawal dari laporan warga sekitar lokasi pengolahan ayam tiren tersebut.

"Dari laporan itu, akhirnya unit opsnal melakukan penyelidikan, selanjutnya anggota opsnal melakukan penggerebekan rumah di Jalan Jati Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 28 ekor bangkai ayam, terdiri dari 8 ayam yang sudah bersih dan 20 ayam yang belum dibersihkan," tutur AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (10/1/2020).

Keduanya telah melakukan tindak pidana barang siapa menjual, menawarkan, menerima atau membagi-bagikan barang, sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang.

Untuk mengelabui pembeli, ayam yang sudah menjadi bangkai itu diolah menggunakan kunyit, ketumbar, dan daun jeruk untuk menyamarkan bau busuk.

"Kondisi ayam ini sudah mati atau bisa dibilang bangkai. Kemudian oleh kedua pelaku diolah sedemikian rupa menggunakan bumbu-bumbu berupa kunyit dan ketumbar instan untuk menghilangkan bau dan bau busuk," terangnya.

Dari pengakuan kedua pelaku, mereka memiliki peran berbeda dalam mengedarkan bangkai ayam tersebut. Imam Waluyo membeli bangkai ayam dari seorang pengepul seharga Rp 5.000/ekor. Kemudian dibersihkan bulu dan jerohannya lalu dijual lagi kepala Antok seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000, tergantung ukuran ayam.

Antok kemudian mengolah kembali bangkai ayam tersebut menggunakan kunyit, ketumbar dan daun jeruk agar warna dan bau busuk ayam hilang. Kemudian dijual lagi seharga Rp 20.000 hingga Rp 25.000/ekor.

"Yang saya jual itu sudah dalam bentuk ayam ungkep diingkung. Dibumbui pakai kunyit dan ketumbar, biar bau dan warnanya hilang. Saya jual ke Kesamben sampai Malang. Biasanya di pasar-pasar," ungkap Antok.

Dalam sehari, keduanya bisa mendapat, mengolah, dan menjual sekitar 20 sampai 25 ekor ayam. Tergantung stok dari pengepul yang hingga kini masih diburu Satreskrim Polres Blitar Kota. "Sehari biasanya 20 sampai 25 ekor," imbuhnya.

Kepada keduanya, polisi menerapkan pasal 204 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 15 Agustus 2020 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...