Ilustrasi Jemaah Haji
BLITAR,BANGSAONLINE.com - Rencana keberangkatan 20 calon jemaah umrah asal Kota Blitar menuju Arab Saudi pada 10 Maret 2026 ditunda menyusul meningkatnya ketegangan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Blitar, Purnomo, membenarkan adanya penundaan tersebut.
Ia menjelaskan, salah satu biro perjalanan umrah sebelumnya telah berkonsultasi dengan pihak Kemenag terkait jadwal keberangkatan rombongan yang semula direncanakan pada 10 Maret 2026.
Menurutnya, pihak biro perjalanan meminta pertimbangan resmi dari Kemenag sebelum memberangkatkan para jemaah di tengah kondisi geopolitik yang belum stabil.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, Kemenag akhirnya menyarankan agar keberangkatan ditunda terlebih dahulu.
“Ada sekitar 20 calon jemaah yang tergabung dalam rombongan keberangkatan tanggal 10 Maret. Untuk sementara kami sarankan agar keberangkatan ditunda sampai situasi dinilai benar-benar aman,” jelasnya.
Penundaan ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian. Pasalnya, rute penerbangan menuju Arab Saudi sangat bergantung pada stabilitas wilayah udara di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan yang terjadi dikhawatirkan dapat memengaruhi jadwal penerbangan maupun aspek keselamatan perjalanan internasional.
Purnomo menegaskan, keputusan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan situasi global.
Pihak Kemenag juga terus memantau informasi terbaru serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menentukan waktu keberangkatan yang lebih aman bagi para jemaah.
“Prinsipnya kami mengutamakan keselamatan. Jika kondisi sudah dinyatakan kondusif, maka keberangkatan bisa kembali dijadwalkan,” tegasnya.
Sementara itu, bagi warga Kota Blitar yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi, Kemenag memastikan kondisi mereka tetap terpantau dengan baik.
Komunikasi dengan otoritas setempat juga terus dilakukan guna memastikan keamanan dan kelancaran ibadah para jemaah.
“Kami mengimbau para jemaah yang sudah berada di sana agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas resmi. Koordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi juga terus kami lakukan,” pungkasnya. (tri/van)















