Aksi Heroik Wabup Magetan Kang Suyat: Turun ke Selokan Bersihkan Sampah Pemicu Banjir Ngariboyo

Aksi Heroik Wabup Magetan Kang Suyat: Turun ke Selokan Bersihkan Sampah Pemicu Banjir Ngariboyo Wakil Bupati Magetan Kang Suyat turun langsung membersihkan sumbatan sampah di selokan saat meninjau banjir di Ngariboyo. Foto: ANTON/HB

MAGETAN, BANGSAONLINE.com – Cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan pada Selasa sore hingga malam memicu luapan air di sejumlah titik strategis. Merespons kondisi darurat tersebut, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, meninjau langsung lokasi terdampak di Kecamatan Ngariboyo pada Rabu (4/3/2026) sore.

Hujan lebat yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam menyebabkan sedikitnya enam titik di Kecamatan Magetan dan Ngariboyo terendam banjir.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Magetan, wilayah yang terdampak signifikan meliputi Jalan Kemasan (Belakang SMKN 2 Magetan), Jalan Raya Magetan–Gorang Gareng, Perempatan Ngariboyo, hingga Jalan Diponegoro di Kelurahan Selosari.

Saat melakukan inspeksi di sisi utara Puskesmas Ngariboyo, sosok yang akrab disapa Kang Suyat ini menemukan fakta mengejutkan. Genangan air setinggi pinggang orang dewasa ternyata disebabkan oleh drainase yang tersumbat total oleh limbah domestik.

Tanpa ragu, orang nomor dua di Kabupaten Magetan tersebut turun langsung ke selokan untuk mengais tumpukan sampah demi mempercepat surutnya air.

Di lokasi kejadian, Kang Suyat menegaskan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama kegagalan fungsi drainase dalam menampung debit air hujan.

“Di sebelah utara Puskesmas Ngariboyo, air meluap karena terhalang sampah hingga setinggi sepinggang. Setelah saya cek, memang banyak sampah yang menyumbat. Saya langsung minta agar segera dibersihkan dan diangkut,” tegas Kang Suyat.

Guna mengantisipasi banjir susulan di tengah cuaca yang belum menentu, wabup langsung memberikan instruksi tegas kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), jajaran camat hingga kepala desa untuk melakukan normalisasi saluran air secara menyeluruh di wilayah masing-masing.

Selain langkah teknis dari pemerintah, Kang Suyat juga menyelipkan pesan edukasi bagi warga setempat. Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama mitigasi bencana banjir. Tanpa dukungan masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke saluran air, upaya infrastruktur pemerintah tidak akan berjalan maksimal.

Aksi turun lapangan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar demi kenyamanan bersama. (ton/rev)