Senin, 24 Februari 2020 17:55

​Sidang Kasus Pembunuhan Rasidi di Pamekasan Hadirkan Saksi Istri Korban dari Malaysia

Kamis, 09 Januari 2020 01:02 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yeyen
​Sidang Kasus Pembunuhan Rasidi di Pamekasan Hadirkan Saksi Istri Korban dari Malaysia
Anastasha, istri Rasidi korban pembunuhan berencana saat memberikan keterangan saksi kepada Hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sidang kasus pembunuhan terhadap Rasidi (40) warga Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, memasuki agenda sidang keterangan saksi dari istri korban.

Anastasha (istri korban) datang ke Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan membawa ketiga anaknya yang masih kecil dan didampingi sanak familinya juga ditemani kuasa hukumnya, Muslim, Rabu (8/1).

Pantauan BANGSAONILINE.com, saat sidang berlangsung, Anastasha menjawab seluruh pertanyaan hakim dengan tegas dan tidak ada keraguan sebagai saksi. Mulai dari latar belakang permasalahan kenapa suaminya ditusuk oleh pelaku hingga menyebabkan meninggal dunia.

Saat selesai sidang, Anastasha menceritakan bahwa ia dengan ketiga anaknya hadir ke kantor Pengadilan Negeri Pamekasan ini untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus pembunuhan berencana yang menimpa suaminya.

"Saya datang dari Malaysia ke sini untuk dimintai keterangan sebagai saksi mengenai kasus pembunuhan berencana yang menimpa suami saya," ujarnya saat ditemui di Kantor PN Pamekasan.

Bahkan istri dari korban yang mempunyai empat orang anak tersebut mengaku dua hari lagi akan kembali ke Malaysia. Namun, apabila dirinya diperlukan untuk memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Pamekasan, dia mengaku siap untuk kembali pulang ke Pamekasan.

"Saya datang ke sini (Pamekasan) hari Minggu kemarin, langsung dari Malaysia hanya berharap pembunuhan suaminya di hukum seadil-adilnya," ujarnya.

Dengan berlinang air mata, perempuan empat anak tersebut mengaku, sejak kematian suaminya, dia harus menghidupi keempat anaknya yang masih kecil.

"Kemarin saya baru habis melahirkan anak ke empat yang masih berumur 40 hari namun saya tinggalkan di Malaysia demi sidang ini," ucapnya sambil tidak kuat menahan air mata yang terus mengalir menceritakan keadaannya.

Dengan suara memelas, Anastasha menceritakan, sejak kematian suaminya, kali ini dia harus menjadi bapak sekaligus ibu untuk keempat anaknya.

Dalam persidangan kasus pembunuhan berencana ini, Anastasha meminta kepada Hakim agar menjatuhi hukuman seadil-adilnya kepada pelaku.

"Suami saya dibunuh karena tidak punya salah. Pelaku ini sudah dihukum seadil-adilnya, biar nanti ada yang mau saya ceritakan kepada anak saya kalau ayahnya meninggal karena dibunuh tanpa kesalahan," tutur Anastasha sembari menyeka air matanya.

Sementara Kuasa Hukum Korban, Muslim menjelaskan, berdasar keterangan saksi-saksi yang sudah dihadirkan di persidangan bahwa pembunuhan terhadap kliennya itu sengaja direncanakan sebelumnya.

Apalagi menurut Muslim, istri korban mengatakan sebelum kejadian sudah mencium bau bahwa almarhum mau dibunuh bahkan menurut keterangan istri almarhum juga dua hari sebelum kejadian pembunuhan, ada seseorang yang tidak dikenal masuk ke rumah Ibu almarhum.

"Orang itu saat masuk ke rumah Ibu almarhum sangat mencurigakan dan bahkan menurut keterangan saksi-saksi sebelumnya bahwa korban ada yang mengintainya," kata Muslim.

Muslim juga mengungkapkan, perbuatan pelaku tersebut dalam kasus ini sudah masuk dalam kategori pembunuhan berencana.

"Ada pun perbuatan pelaku tersebut dalam kasus ini sudah memenuhi rumusan pasal 340 KUHP yakni unsur subyektif, yaitu pelaku tersebut dengan sengaja dan berencana lebih dulu melakukan perbuatan, serta yang dilakukan pelaku tersebut masuk dalam kategori pembunuhan berencana," terangnya.

"Selain itu, perbuatan pelaku tersebut juga sudah memenuhi rumusan pasal 340 KUHP yakni unsur subyektif, yaitu pelaku tersebut dengan sengaja dan berencana lebih dulu menyiapkan pisau dan mengintainya," pungkasnya.

Sekadar diketahui pembunuhan yang menimpa Rasidi (korban) dilakukan oleh Ruslan warga Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (11/7/2019).

Sedangkan korban, Rasidi dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya, Rabu (24/7/2019).

Kejadian pembunuhan tersebut terjadi sekitar 14.30 WIB di Jalan Raya Bujur tengah tepatnya di selatan Pasar Selasaan, Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Kemudian, Jum'at (12/7/2019) pukul 01.00 WIB, Ruslan (28) pelaku pembunuhan berhasil diamankan dan ditangkap oleh jajaran personel kepolisian Polsek Tamberu. (yen/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...