Senin, 12 April 2021 21:08

Uang Kaos dan Iuran Workshop Guru Tak Kembali, Kompak Pasuruan Ancam Datangi Kejaksaan

Rabu, 08 Januari 2020 21:20 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Supardi
Uang Kaos dan Iuran Workshop Guru Tak Kembali, Kompak Pasuruan Ancam Datangi Kejaksaan
Lujeng Sudarto, Koordinator Kompak Kabupaten Pasuruan. Foto: SUPARDBANGSAONLINE

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ribuan guru di Kabupaten Pasuruan mengeluh karena setiap kegiatan dikenakan iuran. 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah guru di Kabupaten Pasuruan mempertanyakan iuran pembuatan kaos Hari Guru Nasional sebesar Rp 85.000, dan iuran workshop Rp 150.000. Pasalnya, hingga kini kaos itu belum diterima. Begitu pun untuk workshop tidak ada pelaksanaannya. Diklat Rp 100.000 per guru.

Menurut Lujeng Sudarto, Koordinator Kompak (Konsorsium Masyarakat Pasuruan Anti Korupsi), kalau kegiatan workshop tersebut tidak jadi dilaksanakan mestinya duit yang ditarik oleh Dispendik harus dikembalikan kepada para guru sekaligus dengan penjelasan, kenapa workshop tersebut tidak jadi dilaksanakan.

Kalau sampai melebihi tahun anggaran 2019 tidak ada penjelasan resmi dan tidak ada upaya pengembalian duit tersebut, maka sudah termasuk kategori pungutan liar. Dan masalah ini sudah menjadi ranah dari aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan pro justicia.

BACA JUGA : 

Perjuangkan Hak Para Pendidik, Gus Ipul Berikan SK Wali Kota Pasuruan ke 200 GTT-PTT

Kejari Sebut Sudah Terjunkan Tim Untuk Usut Fee 8 Persen Proyek TPA Wonokerto

Munandar: Tak Ada Fee 8%, Itu Murni Persoalan Internal KSO Proyek TPA

Dugaan Fee 8 Persen, Ketua DPRD Pasuruan: Jika APH Lokal Lemah, Silakan Undang KPK

Kalau sampai melebihi tahun anggaran 2019 tidak ada penjelasan resmi dan tidak ada upaya pengembalian duit tersebut, maka sudah termasuk kategori pungutan liar. Dan masalah ini sudah menjadi ranah dari aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan pro justicia.

Selain workshop, pelanggaran yang sangat krusial dilakukan pejabat Dispendik Kabupaten Pasuruan tidak melaksanakan kegiatan Hari Guru Nasional. Padahal para guru sudah bayar kaos sebesar Rp. 85.000 x 12 guru. Maka uang tersebut terkumpul Rp 1.020.000,-.

"Pejabat Dinas Pendidikan sudah jelas melakukan tindakan pidana. Bisa jadi itu masuk pasal pungli atau penipuan terhadapa para guru dengan dalih beli kaos dan whorkshop," Kata Lujeng Sudarto.

Masih kata dia, pihaknya meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyelidikan terhadap pungli yang dilakukan olek pejabat Dispendik Kab. Pasuruan. Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan, Lujeng mengancam akan mendatangi kejaksaan untuk menyerahkan data. (par/ian)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Senin, 12 April 2021 09:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Eat Just –perusahaan San Francisco - di Singapura memproduksi “ayam buatan”. Dibuat dari biji sel ayam beneran. Hanya dalam 14 hari sudah jadi “daging ayam”. Siap santap. Padahal untuk memelihara ayam seca...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...