Jumat, 14 Agustus 2020 12:26

Tingkatkan Produksi Susu Sapi, Pemkab Pasuruan Kembangkan Recording Laktasi

Minggu, 01 Desember 2019 18:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Habibi
Tingkatkan Produksi Susu Sapi, Pemkab Pasuruan Kembangkan Recording Laktasi
DPKP Pasuruan saat melakukan pencatatan atau recording laktasi kepada sapi perah yang memiliki produtivitas susu tinggi.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Untuk mendukung kebutuhan pasar terhadap susu sugar di Kabupaten Pasuruan yang cukup tinggi, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) mulai menerapkan teknologi baru, yakni recording laktasi pada sapi perah. Metode ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan produksi susu sapi perah.

Kepala DPKP Pasuruan Irianto pada BANGSAONLINE.com menjelaskan, secara umum populasi sapi perah di Kabupaten Pasuruan pada 2019 mencapai sekitar 112 ribu ekor. Angka ini dinilai cukup bagus. Tak hanya pada sisi pembibitan oleh peternak, namun tata kelola hasil produksi susu juga tak menemui kendala.

Saat ini, yang menjadi perhatian DPKP adalah bagaimana meningkatkan hasil produksi susu sapi perah per ekor bisa naik. Saat ini, setiap satu ekor sapi (yang sudah melahirkan) mampu menghasilkan susu segar antara 10-11 liter. Dengan menerapkan recording laktasi, DPKP mencoba melakukan pencatatan, tak kurang dari 400 sapi perah betina.

Tujuan pencatatan ini untuk mengetahui secara pasti, mana saja indukan yang hasil produksi susu tertinggi (di atas 13 liter/hari). Mereka nanti akan akan dilakukan inseminasi buatan (IB) dengan pejantan pilihan. "Dengan IB tersebut, diharapkan nanti akan melahirkan sapi perah yang berkualitas," jelas Irianto.

Uji coba Recording Laktasi untuk sementara dilakukan di wilayah yang memiliki suhu udara dingin, seperti Tutur dan Purwodadi yang notabenenya sentra peternak sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Harapannya nanti, selain produksi susu mengalami peningkatan, pendapatan para peternak juga ikut terdongkrak naik.

Harga susu sapi perah di Kabupaten Pasuruan sendiri relatif masih rasional, di mana setiap liter dihargai antara Rp 5.100 - 5.500, tergantung kualitas (grade). Untuk total produksi susu sapi perah di Pasuruan dari data yang ada di DPKP, lebih kurang mencapai 1.080.000 juta liter per hari. (bib/par/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...