Gaguk Tri Prasetyo
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Keinginan warga Mojokerto menikmati transportasi Pemandu Moda sementara ini harus pupus sebelum berkembang. Setelah setahun berlalu, program Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto yang coba membuka rute bus kota jalur Mojokerto – Bandara Juanda tak jelas kabarnya.
Konon, upaya penyediaan trayek bus Damri via tol Mojokerto-Surabaya ditolak pihak terkait.
BACA JUGA:
- Jaga Kamtibmas, Polres Mojokerto Kota Bersama Warga Gagalkan Tawuran dan Perang Sarung
- Wali Kota Mojokerto Beri Penghargaan Dinas Pendidikan OPD Terbaik Usai Pimpin Upacara Hari Pahlawan
- Wali Kota Mojokerto Dorong Posyandu Jadi Penggerak Sosial dan Ekonomi Keluarga
- Wali Kota Mojokerto Dorong Optimalisasi KKMP Semakin Mandiri dan Berkembang
"Apa nggak jalan. Ditolak karena dikhawatirkan akan mengganggu (keberadaan) taksi Bandara," keluh Kadishub Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, belum lama ini.
Gaguk mengungkapkan pihak berwenang penyedia trayek khawatir pembukaan jalur baru tersebut akan mematikan keberadaan komunitas taksi reguler yang telah eksis. "Mungkin khawatir akan berdampak mematikan pendapatan mereka," tandasnya.
Dishub Kota Mojokerto sedianya melakukan penjajakan rute untuk bus kota dengan jalur Mojokerto – Bandara Juanda. Ide ini berawal dari adanya jalur tol Mojokerto Surabaya yang memperpendek waktu tempuh.
Menurut Gaguk, ide ini juga karena tingginya mobilisasi warga Kota Mojokerto ke luar daerah dengan menggunakan jasa penerbangan udara melalui Bandara Juanda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




