Selasa, 11 Agustus 2020 16:55

Konsumen Keluhkan Antrean di Pom Bensin Jember, Pemilik Salahkan Karyawannya

Rabu, 20 November 2019 22:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Konsumen Keluhkan Antrean di Pom Bensin Jember, Pemilik Salahkan Karyawannya
Antrian bensin mengular di beberapa SPBU di Jember. foto: Tempo

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Beberapa hari belakangan tampak antrean kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jember, Jawa Timur. Namun antrean tersebut dinilai tidak wajar, dan hanya terjadi beberapa waktu saja.

Namun demikian, konsumen mengaku mengeluh karena antrean kendaraan tersebut sering membuat macet jalanan dan juga diduga ada permainan antara petugas SPBU dengan pembeli.

Belakangan diketahui, kendaraan roda empat dan roda dua itu telah dimodifikasi, dan digunakan untuk mengisi BBM khususmya jenis premium, dengan ukuran tidak wajar.

Dari pantauan media, terlihat antrean panjang khususnya di SPBU dalam kota. Yakni terjadi di SPBU Tegal Besar, SPBU Mastrib, dan SPBU Sabtuan - Kelurahan Kebonsari.

Khusus penjualan BBM jenis premium di SPBU Tegal Besar, menurut pengakuan masyarakat biasanya dilakukan pada malam hari dan sudah terkoodinir dengan rapi.

"Saat itu saya mau beli BBM jenis premium di SPBU Tegal Besar, tapi sama petugas diarahkan ke pompa pengisian BBM jenis pertalit. Anehnya di tempat pengisian BBM jenis Premium lampu mati dan mesin pompa pengisian hidup. Setelah kita dekati, ada salah seorang petugas SPBU yang sedang ngisi BBM jenis premium ke jerigen di dalam mobil jenis APV. Kata salah seorang konsumen Irawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/11/2019) malam.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, tidak jauh dari SPBU, banyak mobil jenis APV dan sepeda montor yang tangkinya sudah dimodifikasi parkir menunggu giliran pengisian BBM jenis premium.

Selain di SPBU Tegal Besar, SPBU Sabtuan juga sempat dikeluhkan masyarakat karena antrean kendaraan pengisi BBM premium mengular hingga beratus-ratus meter. "Menyebabkan macet dan mengganggu pengguna jalan," katanya.

Menyikapi hal tersebut, wartawan pun meminta konfirmasi dari DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jember.

"Terkait persoalan di SPBU Tegal Besar, kami pernah menghubungi pemiliknya. Karena banyaknya keluhan lewat sms dan telepon. Tapi katanya owner (pemilik, red), itu ulahnya pegawai. Kok yang disalahkan pemiliknya," kata Ketua Hiswana Migas Jember Pratik saat dikonfirmasi wartawan.

Pratik memahami, bahwa kejadian sama terjadi juga di SPBU lainnya. Selain itu juga, pihaknya memahami, bahwa banyak SPBU yang jika mengalami penyusutan pada volume BBM di SPBU yang harus tanggung jawab karyawan SPBU-nya.

"Alasan ini juga yang biasanya disampaikan pemilik SPBU, sehingga karyawannya kreatif melakukan aktivitas penjualan BBM dengan cara mereka," imbuhnya.

Untuk masalah lainnya termasuk kemacetan yang sering mengganggu masyarakat, dirinya berjanji akan melakukan koordinasi dengan para pemilik SPBU yang berada di bawah naungan DPC Hiswana Migas Jember.

"Secara internal, kami akan mengimbau kepada pemilik SPBU untuk melakukan penertiban, pengaturan penjualan premium agar tidak menggangu ketertiban masyarakat," tandasnya.

"Terkait sanksi, itu wilayah Pertamina. Kami hanya mengimbau," imbuhnya. (jbr1/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...