Rabu, 22 Januari 2020 23:23

Ribuan AKD dan PPDI Gresik Siap Datangi DPRD

Senin, 18 November 2019 16:57 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Ribuan AKD dan PPDI Gresik Siap Datangi DPRD
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik, Nurul Yatim.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ribuan anggota Asosiasi Kepala Desa (AKD) dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Gresik siap mendatangi kantor DPRD Gresik, Selasa (19/11) besok.

Mereka akan mempertanyakan tuntutan AKD dan PPDI soal permintaan dengar pendapat (hearing) terkait pengurangan dana bantuan keuangan dan Alokasi Dana Desa (ADD). 

"Kami pertanyakan keseriusan DPRD merespons tuntutan AKD dan PPDI," ujar Nurul Yatim, Ketua AKD Gresik kepada BANGSAONLINE.com, Senin (18/11).

Menurut Nurul Yatim, AKD telah mengirim surat ke DPRD Gresik meminta diagendakan hearing soal pengurangan ADD. Namun, sejauh ini belum ada respons atas surat tersebut. "Sudah sepuluh hari surat AKD permohonan hearing dikirim ke DPRD, namun belum direspons," jelasnya.

Untuk itu, AKD dan PPDI Selasa (19/11) besok akan bergerak ke DPRD untuk mempertanyakan permintaan hearing tersebut. "Intinya, kami hanya meminta kepada DPRD Gresik agar melakukan dengar pendapat (hearing) terkait pengurangan dana bantuan keuangan sebelum pengesahan RAPBD 2020 yang direncanakan pada 25 November," terangnya.

Dikatakan Nurul Yatim, pengurangan ADD akan berimbas terhadap penghasilan tetap (siltap) kepala desa (kades) dan perangkat desa yang harus mengikuti ketentuan PP 11 tahun 2019, tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014, tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa. 

"Jika bantuan keuangan untuk ADD tak cukup, maka akan berimplementasi terhadap Siltap Kades maupun perangkat desa. Karena itu, AKD dan PPDI meminta kepada DPRD menaikkan persentase ADD dari DAU dari 10 persen menjadi 15 persen," pungkasnya.

Seperti diberitakan, pada pembahasan RAPBD 2020 pos bantuan keuangan mengalami pengurangan cukup signifikan. Sebelumnya sebesar Rp 538.575.180.910,00, pada RAPBD 2020 direncanakan berkurang tinggal Rp 482.134.674.000,00.

Rinciannya, bantuan Dana Desa (DD) dari sebelumnya Rp 308.532.182.200,00, pada RAPBD 2020 melorot tinggal Rp 287.891.804.000,00.

Bantuan Alokasi Dana Desa (ADD), dari sebelumnya Rp 128.217.000.000,00, pada RAPBD 2020 direncanakan merosot tinggal Rp 113.993.370.000,00.

Dan, Bantuan Keuangan (BK), dari sebelumnya Rp 101.825.998.710,00, pada RAPBD 2020 direncanakan tinggal Rp 80.249.500.000,00. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Senin, 20 Januari 2020 14:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...