Minggu, 17 November 2019 12:43

​Buka Suara Soal Bullying Siswa SMP di Doko, Begini Kata Bupati Blitar

Selasa, 05 November 2019 20:25 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
​Buka Suara Soal Bullying Siswa SMP di Doko, Begini Kata Bupati Blitar
Bupati Blitar Rijanto.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Bupati Blitar Rijanto buka suara terkait dugaan bullying terhadap salah satu siswa SMP di Kecamatan Doko. Dengan ramainya pemberitaan terkait kasus bullying ini, Rijanto menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera menangani.

Selain Dinas Pendidikan, bupati juga meminta Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengawal kasus ini.

Dinas terkait ini, kata dia, harus berkoordinasi dan melakukan klarifikasi agar permasalahan tidak melebar dan segera menemui titik terang.

"Jangan sampai bullying ini kemudian mengganggu proses pendidikan. Untuk itu, secara tegas saya instruksikan dinas terkait segera turun tangan," ungkap Rijanto, Selasa (5/11).

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusuma mengatakan, pihaknya telah mendatangi sekolah untuk mengklarifikasi masalah ini. Saat ini Dinas Pendidikan tengah mengupayakan agar korban mau bersekolah lagi. Dinas Pendidikan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan, jika korban mau bersekolah lagi.

"Kami sedang mengupayakan agar anak ini mau kembali ke sekolah," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, orangtua siswa kelas VII sebuah SMPN di Kabupaten Blitar mengadu ke Satreskrim Polres Blitar. Pengaduan ini dilakukan setelah si anak trauma tak mau sekolah karena menjadi korban bullying teman-temannya sendiri. 

Keterangan keluarga, korban mendapatkan tindakan bullying terakhir saat Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10) lalu. Korban sempat pingsan dan diantar pulang ke rumah oleh pihak sekolah. Sebelumnya korban juga sudah beberapa kali mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya. Keluarga juga sempat membawa korban ke RSUD Ngudi Waluyo untuk memeriksakan keluhan korban.

Menggapi aduan ini, Unit PPA merespon cepat dengan langsung melakukan penyelidikan serta memintai keterangan keluarga korban dan korban. Selain itu, petugas juga menggali informasi ke sekolah tempat aksi bullying tersebut dilakukan.

"Kanit PPA sudah koordinasi dengan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten Blitar. Proses trauma healing kami utamakan. Karena berdasarkan informasi hal ini kan sesuatu yang sudah berulang kali dialami korban. Untuk itu kita pulihkan dulu psikis korban sambil berjalan proses penyelidikan," jelas Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto. (ina/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...