Petugas berjaga di depan rumah Surono, saat proses penyelidikan.
"Bu Wid (Busani) itu orangnya pendiam, jarang bicara. Kalau ketemu hanya di kebun saat panen, bilang kalau Pak Surono minggat, nikah lagi dengan perempuan di Lombok. Tapi kita tahu seperti apa dia," ucapnya dengan mencibir.
Sementara itu menurut salah seorang tetangga lainnya Sugiyanto, Surono memang sering ke luar kota. Sepengetahuan Sugiyanto, Surono biasa ke Bali untuk menjenguk anaknya yang bernama Bahar.
"Apalagi sejak lama gak kelihatan (7 bulan belakangan), saya sering melihat Busani dengan Jumarin orang daerah Petung, Ledokombo sini," katanya.
Apakah Sugiyanto mencium bau perselingkuhan di antara dua orang itu? "Saya tidak tahu pasti, tapi sering sekali. Kasihan Pak Surono. Kita semua di sini teman-temannya. Tahu seperti apa Pak Surono. Orangnya baik," ungkapnya.
Dirinya berharap agar terungkap motif dugaan pembunuhan yang terjadi. "Semoga segera diketahui, apa benar pembunuhan atau bagaimana. Karena Pak Surono orang baik, kalau panen kebunnya, tidak lupa berbagi, kan punya kebun kopi, petai, durian, dan nangka. Selalu berbagi orangnya. Rajin juga kalau ibadah sholat ke masjid dekat sini," katanya.
Senada dengan yang disampaikan Wiryanto, keponakan Surono. Dia mengaku kenal betul sosok paman (Surono) dan bibinya (Busani). "Tapi memang 9 bulan yang lalu saya ketemu Lek (Surono). Kalau dengan bibi (Busani) beberapa minggu yang lalu waktu anak keduanya Fatim melahirkan," ujarnya.
Diketahui olehnya, Fatim anak kedua pasangan Surono dan Busani, 2 bulan belakangan baru pulang dari Malaysia dan beberapa minggu yang lalu melahirkan. "Suaminya ada di Malaysia katanya, nikahnya saya tidak tahu, beberapa minggu lalu melahirkan anaknya itu," katanya.
Terkait hubungan suami istri paman dan bibinya itu, kata Wiryanto, baik-baik saja. "Sejak kecil saya diasuh Lek. Gak pernah cerita apa-apa (apa ada masalah atau tidak), dan ramah orangnya. Kalau lek (Surono) itu ngalah terus (jika tengkar), kalau bibi orangnya pencemburu. Kadang gurau, dan sering bercanda, tapi ya juga pencemburu. Kalau masalah selingkuh saya tidak tahu," ungkapnya.
"Dulu pernah bilang bibi dan Bahar juga bilang, katanya lek menikah lagi di Lombok. Karena Lek sering keluar, seminggu atau sebulan, juga mesti bilang alasannya jenguk Bahar di Bali," sambungnya. (jbr1/yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




