Masyarakat menunggu pembagian bantuan ayam joper di Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kamis (17/10) lalu.

(Ayam joper yang hendak didistribusikan)
Informasi yang dihimpun oleh wartawan bangsaonline.com, sebagian RTPM memang belum menerima sangkar, walaupun ayamnya sudah didistribusikan. "Sobong kaule tak ngaduan korong, can olle tape tada' budiannah (saya tidak punya sangkar, katanya dapat, tapi kemudian hari tidak ada, red)," ujar salah satu RTPM yang meminta namanya tidak ditulis. Ia bahkan pasrah apabila memang tidak diberi sangkar untuk ayam-ayam joper yang telah diterimanya.
Padahal, syarat utama untuk mendapatkan ayam joper harus selesai terlebih dahulu sangkar tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Kepala BBIB Sigosari Malang, Enniek Herawati kala Bimtek 26 September lalu di gedung PKPN.
Di sisi lain, Wawan menjelaskan bahwa pembuatan sangkar tersebut di bawah koordinator Unit Pengelola Keuangan Kelompok (UPKK) yang ditunjuk oleh kepala desa. "Jadi penanggung jawab UPKK adalah Klebun (Kepala Desa), kalau urusan kandang tanya saja kepada Klebun," tutur Wawan.
Diberitakan sebelumnya, bahwa masyarakat Bangkalan yang masuk kategori rumah tangga petani miskin (RTPM) mendapatkan bantuan ayam joper dari Kementerian Pertanian. Pelaksana teknis progam ini adalah Balai Besar Insiminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang.
Total ada 8.931 RTPM di Bangkalan yang mendapatkan ayam joper meliputi 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Labang, Burnih, Kamal, Tragah, dan Socah. Setiap RTPM bakal mendapatkan 50 ekor ayam yang umurnya 4 minggu dan beratnya 200 gram, serta 3 sak pakan ayam senilai Rp.1.5 juta, dan 1 kandang ayam ukuran 5 meter persegi dengan bantuan dana 500 ribu per kandang. (uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




