Direktur Utama PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, Sjobirin Hasan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sumber Sejahtera Bangkalan menggelar pelatihan penanganan Non-Revenue Water (NRW) untuk menekan tingkat kehilangan air di Kota Dzikir dan Sholawat, Senin (11/5/2026).
Direktur Utama PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, Sjobirin Hasan, menjelaskan bahwa NRW atau Tingkat Kehilangan Air (TKA) merupakan selisih antara air yang didistribusikan dengan air yang tercatat.
"Jadi sebenarnya TKA dan NRW ini satu. Yang menyebabkan TKA adalah jumlah selisih air yang didistribusikan dan keluar berbeda, jadi ini yang harus kami carikan solusinya," ujarnya.
Menurut dia, masalah NRW sudah lama terjadi dan perlu segera ditangani.
"Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, karena kemungkinan jaringan di Bangkalan masih ada kebocoran yang belum terdeteksi, maka harus segera diselesaikan," paparnya.
Selain peningkatan pelayanan, akurasi pencatatan distribusi air dan peningkatan pendapatan perusahaan juga menjadi fokus utama.
"Kalau air terbuang percuma dan tidak tercatat dengan baik, maka itu harus dibenahi agar pendapatan perusahaan meningkat. Bisa saja ada kebocoran di pipa atau sistem pembacaan yang kurang," kata Sjobirin.
Pelatihan ini tidak hanya diikuti internal PUDAM Bangkalan, tetapi juga pengurus perusahaan daerah air minum dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Rencana awal kami hanya internal, tapi karena materinya bermanfaat, kami mengajak perusahaan lain. Alhamdulillah mendapat respons baik, saat ini ada 27 peserta dari luar, terdiri dari Sampang, Pamekasan, Sumenep, Bojonegoro, dan Madiun," ucap Sjobirin. (mzr/uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




