Minggu, 26 Januari 2020 15:21

Peredaran Minol di Kota Malang akan Diperketat

Selasa, 15 Oktober 2019 00:00 WIB
Editor: HB
Wartawan: Iwan Irawan
Peredaran Minol di Kota Malang akan Diperketat
Rokhmad, S.Sos., Ketua Pansus Raperda Minol DPRD Kota Malang.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Malang mulai melakukan pembahasan awal raperda terkait peredaran minuman beralkohol (minol) bersama Bagian Hukum Pemkot Malang, Senin (14/10).

Ketua Pansus Raperda Minol Rokhmad, S.Sos., menegaskan pihaknya akan memperketat regulasi peredaran minol, baik mencakup perizinan maupun pengawasannya.

"Pada hakikatnya sesuai ajaran agama islam, miras haram hukumnya dan banyak mengandung mudharat. Kami inginnya perusahaan minuman keras (miras) ditutup. Akan tetapi, bangsa kita bukan negara Islam, melainkan negara hukum. Ditambah lagi dalam UU tentang miras diatur dan diizinkan akan peredarannya. Maka kita tidak bisa melarangnya. Di Raperda 2019 ini kita sifatnya hanya mengatur regulasinya," urainya.

Rokhmad menjelaskan, pembahasan Raperda Minol ini melibatkan banyak pihak, di antaranya Kepolisian, Dinas Perdagangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga akademisi. "Kami berkeinginan soal minol ini tidak sekadar sanksi tipiring, melainkan harus ada sanksi pidananya," jelasnya.

Nantinya, kata Rokhmad, miras hanya boleh dijual di tempat khusus. Misalnya di bar, hotel, atau restoran, serta dengan pengawasan ketat. "Apabila Perda tentang minol tahun 2019 ini disahkan, Perda no 5 tahun 2006 akan dicabut. Kami akan kupas dan kaji pasal per pasal, agar menghasilkan kualitas Perda sesuai harapan masyarakat," tutur mantan Kepala SD Islam Qurrota A'yun ini.

Sementara anggota Pansus Raperda Minol lainnya, Eko Hadi Purnomo, justru lebih ekstrem. Ia meminta agar restoran tidak dijadikan opsi sebagai tempat yang boleh jadi peredaran miras. "Mengingat restoran tempat umum, banyak terdapat anak di bawah usia. Lain halnya di bar atau hotel," ucap Eko.

"Kami sendiri mendengarkan dari eksekutif, pendapatan dari peredaran miras pun tidak terlalu signifikan hasilnya bagi PAD Kota Malang. Tahun ke tahun mengalami penurunan, terakhir tahun 2017 hanya Rp 215 juta. Selepas itu, menurun pendapatannya," ujarnya.

Adapun agenda pembahasan Raperda tentang minol Selasa (15/10) hari ini akan mengundang Polres Malang Kota dan Satpol PP untuk memberikan saran terkait sanksi pidana yang tepat. "Kami berharap para pemangku Perda betu-betul tegas dan optimal dalam pengawasannya," pungkasnya. (iwa/thu)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...