Kamis, 14 November 2019 10:28

Peredaran Minol di Kota Malang akan Diperketat

Selasa, 15 Oktober 2019 00:00 WIB
Editor: HB
Wartawan: Iwan Irawan
Peredaran Minol di Kota Malang akan Diperketat
Rokhmad, S.Sos., Ketua Pansus Raperda Minol DPRD Kota Malang.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Malang mulai melakukan pembahasan awal raperda terkait peredaran minuman beralkohol (minol) bersama Bagian Hukum Pemkot Malang, Senin (14/10).

Ketua Pansus Raperda Minol Rokhmad, S.Sos., menegaskan pihaknya akan memperketat regulasi peredaran minol, baik mencakup perizinan maupun pengawasannya.

"Pada hakikatnya sesuai ajaran agama islam, miras haram hukumnya dan banyak mengandung mudharat. Kami inginnya perusahaan minuman keras (miras) ditutup. Akan tetapi, bangsa kita bukan negara Islam, melainkan negara hukum. Ditambah lagi dalam UU tentang miras diatur dan diizinkan akan peredarannya. Maka kita tidak bisa melarangnya. Di Raperda 2019 ini kita sifatnya hanya mengatur regulasinya," urainya.

Rokhmad menjelaskan, pembahasan Raperda Minol ini melibatkan banyak pihak, di antaranya Kepolisian, Dinas Perdagangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga akademisi. "Kami berkeinginan soal minol ini tidak sekadar sanksi tipiring, melainkan harus ada sanksi pidananya," jelasnya.

Nantinya, kata Rokhmad, miras hanya boleh dijual di tempat khusus. Misalnya di bar, hotel, atau restoran, serta dengan pengawasan ketat. "Apabila Perda tentang minol tahun 2019 ini disahkan, Perda no 5 tahun 2006 akan dicabut. Kami akan kupas dan kaji pasal per pasal, agar menghasilkan kualitas Perda sesuai harapan masyarakat," tutur mantan Kepala SD Islam Qurrota A'yun ini.

Sementara anggota Pansus Raperda Minol lainnya, Eko Hadi Purnomo, justru lebih ekstrem. Ia meminta agar restoran tidak dijadikan opsi sebagai tempat yang boleh jadi peredaran miras. "Mengingat restoran tempat umum, banyak terdapat anak di bawah usia. Lain halnya di bar atau hotel," ucap Eko.

"Kami sendiri mendengarkan dari eksekutif, pendapatan dari peredaran miras pun tidak terlalu signifikan hasilnya bagi PAD Kota Malang. Tahun ke tahun mengalami penurunan, terakhir tahun 2017 hanya Rp 215 juta. Selepas itu, menurun pendapatannya," ujarnya.

Adapun agenda pembahasan Raperda tentang minol Selasa (15/10) hari ini akan mengundang Polres Malang Kota dan Satpol PP untuk memberikan saran terkait sanksi pidana yang tepat. "Kami berharap para pemangku Perda betu-betul tegas dan optimal dalam pengawasannya," pungkasnya. (iwa/thu)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Rabu, 13 November 2019 10:38 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...