Jumat, 18 Oktober 2019 16:54

Tuntut Pemkab Pamekasan Cabut Kasda dari Bank Jatim, Sejumlah Warga Demo DPRD

Rabu, 09 Oktober 2019 14:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Tuntut Pemkab Pamekasan Cabut Kasda dari Bank Jatim, Sejumlah Warga Demo DPRD
Sejumlah warga saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Segelintir orang yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart) menggelar aksi demo di kantor DPRD Pamekasan, Rabu (09/10/19). Mereka menuntut agar Pemkab Pamekasan mencabut kas daerah (Kasda) yang disimpan di Bank Jatim.

Korlap Aksi, Basri mengungkapkan, pihaknya menerima keluhan dari sejumlah nasabah Bank Jatim terkait indikasi adanya pencucian uang yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Galis dan Larangan. Ia menengarai adanya keterlibatan oknum dari Bank Jatim dalam praktik tersebut.

"Kami menilai bahwa pelayanan dan sistem di Bank Jatim amburadul," koar Basri di depan kantor DPRD Pamekasan.

"Kami kemarin juga sudah melakukan audiensi, tetapi pihak Bank Jatim sepertinya menantang kita dan menilai tidak adanya masalah. Padahal sudah jelas ada kasus yang sudah dilimpahkan ke pihak berwajib," tudingnya.

"Karena itu, demi stabilitas dan kebaikan Pamekasan ke depan, maka kami minta pemerintah daerah, terlebih kepada DPRD Pamekasan selaku wakil rakyat untuk menekan Bupati Pamekasan, agar mencabut Kasda yang selama ini ada di Bank Jatim," ujar Basri.

Menurut Basri, hal tersebut juga diamanahkan dalam PP no. 39 tahun 2007 pasal 18 bahwa yang berwenang untuk menunjuk bank umum/sentral dalam pembukaan rekening kas daerah adalah Bupati. Maka, tidak alasan pembenaran lagi bagi kami ketika pemerintah tetap mempertahankan diri untuk menyimpan kas daerah di bank jatim," ujar Basri.

Aksi ini ditemui oleh anggota DPRD Pamekasan yang diwakili oleh Hermanto dari Fraksi Partai Demokrat dan H. Maskur dari PPP. Pihaknya berjanji akan mempertemukan rekan-rekan Alpart dengan pimpinan Bank Jatim, pimpinan bank lain, serta pimpinan keuangan daerah untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kami siap menjembatani pertemuan Bank Jatim dengan Alpart dalam dua hari ini," tegas H. Maskur.

Ditanya tentang adanya pencucian dan saham pemkab yang menurut Alpart sudah ditarik, Maskur mengaku belum mendapat informasi. "Kami masih belum efektif, dan biasanya hal itu pengawasan di komisi II," tutur H. Maskur sambil berlalu masuk ke dalam kantor DPRD Pamekasan.

Setelah menadapat jawaban dari DPRD Pamekasan, sejumlah warga itu akhirnya membubarkan diri dengan pengawalan ketat pihak kepolisian setempat. (yen/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...