DPRD Gresik Evaluasi APBD 2025, Silpa Rp400 Miliar dan Piutang Rp50,8 Miliar

DPRD Gresik Evaluasi APBD 2025, Silpa Rp400 Miliar dan Piutang Rp50,8 Miliar Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim (paling kiri), didampingi Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam saat memimpin rapat evaluasi realisasi APBD 2025. Foto: Ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar rapat evaluasi realisasi APBD 2025 pada Kamis (22/1/2026).

Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, mengatakan postur fiskal APBD 2025 yang diproyeksikan sebesar Rp3,9 triliun mencatat sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) Rp400 miliar. Namun, Pemkab Gresik juga masih memiliki tunggakan pembayaran kegiatan sekitar Rp50,8 miliar.

“Dalam rapat evaluasi realisasi APBD 2025 yang postur fiskalnya diproyeksikan sebesar Rp3,9 triliun mengalami sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp400 miliar. Sisi lain, Pemkab Gresik di tahun sama punya tunggakan (piutang) pembayaran kegiatan sekitar Rp50,8 miliar,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (23/1/2026).

Disampaikan pula olehnya, piutang tersebut mayoritas berasal dari proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) yang sudah rampung dikerjakan kontraktor, namun belum terbayar hingga akhir tahun anggaran.

“Piutang tersebut mayoritas kegiatan di DPUTR, sekitar 98 persen, sisanya di organisasi perangkat daerah (OPD) lain,” tuturnya.

Ia menjelaskan, DPRD dan Pemkab Gresik masih mencari opsi pelunasan piutang Rp50,8 miliar agar rekanan tidak menunggu terlalu lama.

“Masih kita carikan opsinya antara pakai pola pergeseran anggaran mendahului APBD-Perubahan (APBD-P) 2026 atau pembahasan APBD-P kita percepat,” ucapnya.

Disebutkan bahwa Silpa Rp400 miliar dari APBD 2025 dapat menopang kebutuhan belanja APBD 2026 pada triwulan pertama, termasuk pembayaran piutang.

“Saya rasa dengan Silpa sebesar itu, stok anggaran cukup untuk pembiayaan di triwulan pertama tahun 2026,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengungkapkan postur APBD 2026 turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini disebabkan adanya pengeprasan dana transfer untuk APBD Gresik 2026 sebesar Rp539 miliar. Sehingga postur APBD 2026 tinggal Rp3,4 triliun dari sebelumnya (2025) Rp3,9 triliun,” pungkasnya. (hud/mar)