Sabtu, 07 Desember 2019 21:28

Tafsir Al-Isra' 68-69: Jangan Merasa Aman Saat Aman

Rabu, 02 Oktober 2019 23:28 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

68. Afa-amintum an yakhsifa bikum jaaniba albarri aw yursila ‘alaykum hasiban tsumma laa tajiduu lakum wakiilaan

Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun

69. Am amintum an yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fayursila ‘alaykum qaasifan mina alrriihi fayughriqakum bimaa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alaynaa bihi tabii’aan

Ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami.


TAFSIR AKTUAL:

Ayat sebelumnya bertutur tentang pelaut yang ingkar setelah diselamatkan dari badai. Di daratan, mereka berlagak lagi, kufur lagi, dan maksiat lagi, seolah dirinya jagoan dan aman terus.

Lalu ayat studi ini mengancam, janganlah kalian berlagak demikian, karena Tuhan sangat mampu mengahajar kalian saat sudah aman di daratan. Bisa dengan bumi itu sendiri, seperti longsor, gempa, atau tanah dibalik, yang atas jadi bawah, dan yang bawah jadi atas seperti menimpa umat terdahulu, bahkan terjadi pula di negeri ini.

Jangan merasa aman saat aman di bumi, karena Tuhan bisa saja menenggelamkan kalian di kesempatan lain, saat kalian melaut lagi. Ingatlah, kekufuran yang kalian lakukan di bumi, bisa saja azabnya diturunkan di laut. Lalu, rayuan kalian tak lagi gubris. Angin darat membuntuti kalian berlayar, lalu menenggelamkan kalian. "... fayursila ‘alaykum qaasifan mina alrriihi fayughriqakum bimaa kafartum".

Pitutur ayat studi ini sudah sangat jelas, bahwa pengingkaran terhadap Tuhan, tidak bersyukur dan lalai ibadah sungguh menyebabkan Tuhan murka. Lebih dari itu, minimalisirlah perbuatan maksiat, karena kemaksiatan pasti punya efek keburukan yang menimpa. Untung Tuhan maha pengampun dan tak bosan menerima tobat kita. Untung Tuhan maha pemberi, meski kita durhaka, Dia tetap memberi.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Senin, 02 Desember 2019 15:43 WIB
Oleh: Nico Ainul Yakin (Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur)HUT ke-8 Partai NasDem yang digelar DPW Partai NasDem Jawa Timur di JX International Surabaya (23/11/2019) lalu berjalan meriah dan sukses. Ribuan kader NasDem dari pelosok Jawa Ti...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...