Senin, 21 Oktober 2019 00:40

Tafsir Al-Isra' 68-69: Jangan Merasa Aman Saat Aman

Rabu, 02 Oktober 2019 23:28 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

68. Afa-amintum an yakhsifa bikum jaaniba albarri aw yursila ‘alaykum hasiban tsumma laa tajiduu lakum wakiilaan

Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun

69. Am amintum an yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fayursila ‘alaykum qaasifan mina alrriihi fayughriqakum bimaa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alaynaa bihi tabii’aan

Ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami.


TAFSIR AKTUAL:

Ayat sebelumnya bertutur tentang pelaut yang ingkar setelah diselamatkan dari badai. Di daratan, mereka berlagak lagi, kufur lagi, dan maksiat lagi, seolah dirinya jagoan dan aman terus.

Lalu ayat studi ini mengancam, janganlah kalian berlagak demikian, karena Tuhan sangat mampu mengahajar kalian saat sudah aman di daratan. Bisa dengan bumi itu sendiri, seperti longsor, gempa, atau tanah dibalik, yang atas jadi bawah, dan yang bawah jadi atas seperti menimpa umat terdahulu, bahkan terjadi pula di negeri ini.

Jangan merasa aman saat aman di bumi, karena Tuhan bisa saja menenggelamkan kalian di kesempatan lain, saat kalian melaut lagi. Ingatlah, kekufuran yang kalian lakukan di bumi, bisa saja azabnya diturunkan di laut. Lalu, rayuan kalian tak lagi gubris. Angin darat membuntuti kalian berlayar, lalu menenggelamkan kalian. "... fayursila ‘alaykum qaasifan mina alrriihi fayughriqakum bimaa kafartum".

Pitutur ayat studi ini sudah sangat jelas, bahwa pengingkaran terhadap Tuhan, tidak bersyukur dan lalai ibadah sungguh menyebabkan Tuhan murka. Lebih dari itu, minimalisirlah perbuatan maksiat, karena kemaksiatan pasti punya efek keburukan yang menimpa. Untung Tuhan maha pengampun dan tak bosan menerima tobat kita. Untung Tuhan maha pemberi, meski kita durhaka, Dia tetap memberi.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...