Kamis, 17 Oktober 2019 23:41

Jadi Pengepul Pil Koplo, Dua Warga Gresik Dicokok Polisi di Surabaya​

Minggu, 22 September 2019 19:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Jadi Pengepul Pil Koplo, Dua Warga Gresik Dicokok Polisi di Surabaya​
Kedua tersangka bersama barang bukti.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya, mengamankan dua pelaku pengepul pil koplo dan sabu. Mereka yang ditangkap adalah DDK (23), warga Ambeng-ambeng Watangrejo RT/RW 002/001 Kec. Duduk Sampean, Kab. Gresik, dan MF (25), warga Ds. Sekarsari RT/RW 021/005 Kel. Sukomulyo, Kec. Manyar, Kab. Gresik. 

Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya mengatakan, penangkapan kedua tersangka itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya seseorang yang diduga membawa narkotika. Kemudian Tim Anti Bandit dipimpin oleh Kanit Reskrim Tegalsari langsung mengamankan kedua pelaku di depan TP (Tunjungan Plaza). 

"Setelah itu Kanit Reskrim melaporkan kepada kami, kita langsung turun tindak lanjuti langsung," kata Rendy di Mapolsek, Minggu (22/9).

Rendy menuturkan, pihaknya mengembangkan kasus ini hingga ke luar kota dan tersangka merupakan pengedar narkotika jaringan lapas. "Kita kembangkan sampai di Gresik. Menurut pengakuan tersangka, jaringannya ada di lapas. Tapi sampai saat ini mereka pun masih bungkam," tuturnya.

Menurut Rendy, pihaknya berhasil mengamankan 42 ribu pil dobel L yang dikemas dalam bungkus pastik yang berlabel vitamin B1. "Dobel L ini kemasannya seperti ini, dan tersangka dapat dari lapas dan masih kita dalami dan memastikan lagi. Kalau menurut pengakuan dia ini, hanya pergi sendiri," imbuhnya.

Selain dobel L, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 82,08 gram sabu, 41 butir inex warna hijau, 2,43 kilogram daun ganja, 1 buah dompet wana hitam, 1 buah kotak plastik warna hijau berisi plastik klip, plastik warna hitam, dan 2 buah timbangan elekrik.

Menurut pengakuan tersangka, ia baru melakukan 4 kali transaksi. Ia beredar sejak bulan Juli di Surabaya dan sekitarnya.

Tersangka terancam melanggar Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau Pasal 111 ayat 2 dan UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau Pasal 196 dan pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup dan paling rendah 20 tahun penjara. (ana/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...