Rabu, 27 Mei 2020 23:40

Jadi Pengepul Pil Koplo, Dua Warga Gresik Dicokok Polisi di Surabaya​

Minggu, 22 September 2019 19:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Jadi Pengepul Pil Koplo, Dua Warga Gresik Dicokok Polisi di Surabaya​
Kedua tersangka bersama barang bukti.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya, mengamankan dua pelaku pengepul pil koplo dan sabu. Mereka yang ditangkap adalah DDK (23), warga Ambeng-ambeng Watangrejo RT/RW 002/001 Kec. Duduk Sampean, Kab. Gresik, dan MF (25), warga Ds. Sekarsari RT/RW 021/005 Kel. Sukomulyo, Kec. Manyar, Kab. Gresik. 

Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya mengatakan, penangkapan kedua tersangka itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya seseorang yang diduga membawa narkotika. Kemudian Tim Anti Bandit dipimpin oleh Kanit Reskrim Tegalsari langsung mengamankan kedua pelaku di depan TP (Tunjungan Plaza). 

"Setelah itu Kanit Reskrim melaporkan kepada kami, kita langsung turun tindak lanjuti langsung," kata Rendy di Mapolsek, Minggu (22/9).

Rendy menuturkan, pihaknya mengembangkan kasus ini hingga ke luar kota dan tersangka merupakan pengedar narkotika jaringan lapas. "Kita kembangkan sampai di Gresik. Menurut pengakuan tersangka, jaringannya ada di lapas. Tapi sampai saat ini mereka pun masih bungkam," tuturnya.

Menurut Rendy, pihaknya berhasil mengamankan 42 ribu pil dobel L yang dikemas dalam bungkus pastik yang berlabel vitamin B1. "Dobel L ini kemasannya seperti ini, dan tersangka dapat dari lapas dan masih kita dalami dan memastikan lagi. Kalau menurut pengakuan dia ini, hanya pergi sendiri," imbuhnya.

Selain dobel L, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 82,08 gram sabu, 41 butir inex warna hijau, 2,43 kilogram daun ganja, 1 buah dompet wana hitam, 1 buah kotak plastik warna hijau berisi plastik klip, plastik warna hitam, dan 2 buah timbangan elekrik.

Menurut pengakuan tersangka, ia baru melakukan 4 kali transaksi. Ia beredar sejak bulan Juli di Surabaya dan sekitarnya.

Tersangka terancam melanggar Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau Pasal 111 ayat 2 dan UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau Pasal 196 dan pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup dan paling rendah 20 tahun penjara. (ana/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...