Kamis, 14 November 2019 06:21

Mantan Plt Kepala BPPKAD Gresik Muktar Divonis 4 Tahun Penjara

Kamis, 12 September 2019 19:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Mantan Plt Kepala BPPKAD Gresik Muktar Divonis 4 Tahun Penjara
M. Muktar saat digelandang petugas Kejaksaan Negeri Gresik usai di-OTT, bulan Januari silam.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mantan Plt. Kepala BPPKAD Gresik, M. Muktar divonis 4 tahun penjara dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Surabaya, Kamis (12/9).

Vonis tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman didampingi Hakim anggota I Lufsiana serta Hakim anggota II Emma Elyani. Secara bergantian, 3 hakim membacakan amar putusannya.

Dalam amar putusannya, hakim menilai perbuatan terdakwa Muktar tergolong perbuatan berlanjut. Sebab, sebelum terdakwa menjabat Plt Kepala BPKAD, pemotongan insentif sudah dilakukan sejak Kepala BPPKAD sebelumnya.

"Terdakwa Muktar melakukan pemotongan insentif dengan cara meminta, menerima, memberi, memotong, dan memiliki," papar Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman.

Terdakwa Muktar dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Gresik. Muktar dinyatakan melakukan tindak pidana yang diatur pasal 12 huruf f, juncto Pasal 18 ayat (1), huruf b, UU RI Nomor 31 Tajun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi pasal 64 ayat (1) KUHP

"Menghukum terdakwa selama 4 tahun penjara. Selain dihukum, terdakwa Muktar juga harus membayar denda 200 juta. Namun bila tak sanggup membayar, diganti hukuman selama 2 bulan, " lanjut Dede Suryaman.

Tidak hanya itu, terdakwa Muktar juga menerima hukuman tambahan berupa uang pengganti membayar kerugian negara Rp 2,1 miliar. "Kalau tidak sanggup membayar, maka diganti hukuman 6 bulan," jelasnya.

Menurut hakim, hal yang memberatkan terdakwa, lantaran Muktar sebagai penyelenggara negara dan tidak mendukung program pemerintahan yang bersih serta memperkaya diri. Sementara hal yang meringankan, terdakwa Muktar mengakui perbuatannya dan merasa bersalah. Selain itu, terdakwa juga menjadi tulang punggung keluarga.

Usai pembacaan vonis, istri terdakwa Muktar yang mengikuti jalannya persidangan langsung menangis. Ia langsung dipeluk oleh anggota keluarga lainnya untuk ditenangkan.

Di sisi lain, pengacara terdakwa Muktar menyatakan pikir-pikir atas vonis 4 tahun penjara terhadap kliennya. (hud/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Rabu, 13 November 2019 10:38 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...