Sabtu, 16 Januari 2021 01:36

​Mangga Alpukat Asli Pasuruan, Rasa dan Serat Khas, Ruhut Sitompul pun Kepincut

Rabu, 04 September 2019 21:30 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
​Mangga Alpukat Asli Pasuruan, Rasa dan Serat Khas, Ruhut Sitompul pun Kepincut
Ruhut Sitompul memperagakan cara mengupas mangga alpukat asli Pasuruan. foto: istimewa

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Mangga alpukat asli Pasuruan ini memang beda dengan mangga pada umumnya. Selain rasanya khas, juga cara mengupasnya pun beda.

“Dipotong bagian tengahnya lalu diputar,” kata Habib Abu Bakar, pemilik kebun mangga alpukat itu kepada BANGSAONLINE.com saat berkunjung ke kebun miliknya di Oro Orombo Kulon Rembang Pasuruan Jawa Timur, Rabu (4/9/2019).

“Begitu diputar, biji mangganya langsung lepas,” katanya sembari memperagakan cara mengupasnya. Nah, begitu mangga itu terbelah dua, daging mangga itu langsung bisa disendok dan dimakan seperti layaknya alpukat.

(Habib Abu Bakar memperagakan cara mengupas mangga alpukat di kebun miliknya di Desa Oro Orombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. foto: BANGSAONLINE.com)

Rasanya tentu saja juga khas dan enak. Karena itu tak aneh, jika Ruhut Sitompul, mantan anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat juga kepincut pada mangga alpukat asli Pasuruan itu.

"Mangga alpukat milik Habib Abu Bakar ini Mas, memang paling enak se-dunia," kata Ruhut memberi “testimoni” kepada BANGSAONLINE.com via telepon, Rabu (4/8/2019).

Menurut dia, mangga alpukat sangat khas, rasanya beda dengan mangga yang lain. “Rasa mangganya manis, gurih, renyah dan maknyus,” kata Ruhut sembari tertawa.

Ia sangat mengapresiasi petani mangga di Kabupaten Pasuruan, khususnya Habib Abu Bakar yang kini menjabat Wakil Ketua Askab Persekabpas.

Ruhut bahkan minta agar pemerintah, khususnya pemerintah daerah dan menteri pertanian, memperhatikan para petani mangga di wilayah kota santri tersebut.

"Pemerintah daerah khususnya kementerian pertanian kami harap ada perhatian kepada petani mangga yang telah sukses menggagas buah mangga yang dagingnya persis buah alpukat. Dan mangga itu hanya ditemui di wilayah Indonesia, hanya ada di Pasuruan Jawa Timur saja," katanya.

Menurut Habib Abu Bakar, mangga alpukat yang asli memang hanya ada di tiga wilayah kecamatan di Pasuruan. "Tiga daerah pusat mangga alpukat di Pasuruan itu meliputi Kecamatan Rembang, Sukorejo, dan Wonorejo, " kata Habib Abu Bakar kepada BANGSAONLINE.com di kebun mangga milik dia yang luasnya mencapai 14 hektare dengan 1421 pohon mangga.

Menurut dia, berbeda dengan mangga luar Pasuruan, mangga alpukat asli Pasuruan itu tak gampang busuk. “Kekuatan bertahannya sampai 10 hingga 15 hari, sementara mangga luar daerah maksimal bertahan 4-5 hari,” katanya sembari menegaskan bahwa pusat mangga alpukat itu ada di Rembang, namun tidak semua mangga yang ada di Rembang berjenis alpukat.

Habib Abu Bakar juga menjelaskan soal kekhasan rasanya. Menurut dia, keistimewaan mangga alpukat asli Pasuruan terletak pada serat dan rasa. “Kalau mangga alpukat dari luar daerah airnya banyak, sehingga kalau dibelah kemudian diputar airnya keluar dan daging mangganya rusak. Hanya kulitnya saja yang mlontos, dagingnya sedikit yang nempel di kulitnya. Kalau yang asli, saat diputar dagingnya tebal, hampir sama dengan belahan buah alpukat " jelasnya.

Saat BANGSAONLINE.com mengunjungi kebun mangga alpukat tersebut, Habib Abu Bakar didampingi Selamet Yaquf, Ketua Kelompok Petani Mangga wilayah Rembang. Dia penggagas kali pertama mangga alpukat, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

(Habib Abu Bakar dan Selamet Yaquf. foto: BANGSAONLINE.com) 

Selamet menyarankan agar para petani mangga alpukat dalam merawat kebun mangga pandai memilih pupuk. “(Jenis) pupuknya ada sendiri tidak asal-asalan, yang jelas saat petani pakai pupuk tersebut hasilnya memuaskan," terangnya tanpa merinci dengan detail.

Namun jika masyarakat ingin tahu langsung, ia mempersilakan datang ke kebun milik Habib Abu Bakar. "Kalau ingin tahu langsung datang ke lokasi kebun Habib Bakar di Desa Oro-oro Ombo Kulon, Rembang, Pasuruan," sarannya.

Sementara Camat Rembang Iyo Ashari menyatakan bahwa mangga itu ada pada beberapa desa. “Desa petani mangga yang diakui pemerintah pusat adalah Desa Oro Kedung Banteng, Oro-oro Ombo Wetan, dan Oro-oro Ombo Kulon, " kata Iyo Ashari kepada BANGSAONLINE.com di Kantor Camat Rembang, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, saat diuji oleh Dinas Pertanian Provinsi, yang masuk kategori mangga alpukat hanya di tiga desa itu. Iyo juga menjelaskan bahwa wilayah kebun yang ditumbuhi mangga alpukat itu memiliki geografis tanah yang berbeda dibanding tanah di wilayah lain.

“Tanah yang ditanami mangga alpukat tersebut, pecah, kering, dan berwarna hitam,” katanya. (afa) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 11 Januari 2021 16:42 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Kerusuhan politik yang dilakukan pendukung fanatik Presiden Donald Trump menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, empat pendukung Trump dan dua polisi dikabarkan meninggal dunia terkait aksi demo anarkis di Gedung Cap...
Jumat, 15 Januari 2021 23:19 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...