Sabtu, 17 Agustus 2019 23:03

​Menteri Jonan Tantang Kiai Asep Dirikan Empat SPPBE Lagi

Sabtu, 27 Juli 2019 14:17 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
Wartawan: tim
​Menteri Jonan Tantang Kiai Asep Dirikan Empat SPPBE Lagi
Menteri Jonan bersama Kiai Asep dan Dr Ir KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah, pengasuh Pesantren Tebuireng), KH As’ad Said Ali (mantan Waka BIN), Mas’ud Ali (Direktur Utama Pertamina) dan Pungkasiadi (Wakil Bupati Mojokerto) menekan tombol peresmian SPPBE Amanatul Ummah di Kembangkenongo Pacet Mojokoerto Jawa Timur, Jumat (25/7/2019). foto: istimewa/bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menantang Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA untuk mendirikan empat Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) lagi. Tantangan Menteri Jonan itu disampaikan saat peresmian SPPBE milik Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Tanjungkenongo Kecamatan Pacet Kabuapten Mojokerto Jawa Timur, Jumat (25/7/2019).

“Kalau satu (SPPBE), paling keuntungannya tiap bulan hanya Rp 200 juta,” kata Menteri Jonan saat memberi sambutan. Karena itu, Menteri Jonan mengulangi pernyataan agar Kiai Asep mendirikan empat SPPBE lagi.

Mendengar tantangan Menteri Jonan itu, Kiai Asep tersenyum. Sebelumnya, saat sambutan Kiai Asep mengatakan bahwa keuntungan pendirian SPPBE itu akan disumbangkan untuk biaya operasional Institut KH Abdul Chalim. Menurut dia, biaya operasional Institut KH Abdul Chalim tiap bulan mencapai Rp 1 miliar. Dari Rp 1 miliar itu, Rp 300 juta di antaranya untuk biaya makan.

Menurut Kiai Asep, Institut KH Abdul Chalim masih berakreditasi B karena belum pernah meluluskan mahasiswa. Jadi nilainya belum sempurna. “Insyaallah tahun depan segera mendapatkan akreditasi A dan menjadi jujukan masyarakat Mojokerto dalam melanjutkan sekolah,“ katanya.

Karena itu, ia sangat optimis Institut KH Abdul Chalim itu akan besar dan maju. “Berapa pun dapatnya, SPPBE ini kami serahkan ke institut, sehingga mengurangi pengeluaran saya. Karena selama ini saya sendiri yang harus mengeluarkan operasional untuk kampus,” kata Kiai Asep.

Ia berharap bisnis SPPBE ini segera berkembang. Ia akan membentuk agen-agen elpiji di beberapa tempat. “Sehingga kalau bisa tidak hanya menyuplai (dana operasional kampus), paling tidak pas (pendapatan bisnis menutup dana operasional kampus),” kata Kiai Asep sembari mengungkapkan bahwa salah satu lembaga pendidikannya bernama Hikmatul Amanah yang meiliki 1000 siswa seratus persen gratis.

Untuk menandai peresmian SPPBE ini, Menteri Jonan bersama Kiai Asep dan Dr Ir KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah, pengasuh Pesantren Tebuireng), KH As’ad Said Ali (mantan Waka BIN), Mas’ud Ali (Direktur Utama Pertamina) dan Pungkasiadi (Wakil Bupati Mojokerto) memencet tombol sirine.

Menteri Jonan dan Kiai Asep kemudian meninjau kesiapan pengoperasian SPPBE ini. “Saya harap SPPBE ini selalu dapat memperhatikan SOP (standar operasional prosedur) dengan baik dan disiplin. Semuanya harus sesuai aturan dan aman,” kata Jonan. "Yang terpenting adalah mengutamakan keselamatan kerja. Hati-hati jangan sampai ada yang merokok di tempat (SPPBE) ini," pinta Menteri Jonan.

Usai meninjau kesiapan pengoperasian SPPBE Amanatul Ummah ini, Menteri Jonan memberikan kuliah umum tentang makna energi berkeadilan dengan tema "Menuju Indonesia Yang Adil dan Makmur" di Institut KH. Abdul Chalim. Acara ini dihadiri sekitar 500 kiai dari seluruh wilayah Jawa Timur.

Ternyata Pondok Pesantren Amanatul Ummah tidak hanya merintis bisnis gas. Kiai Asep juga sedang merambah bisnis air mineral. Bahkan usai acara, Kiai Asep Abdul Chalim mengajak KH As’ad Said Ali dan HARIAN BANGSA serta BANGSAONLINE.com, untuk mengunjungi pusat air mineral yang kini sedang dalam proses finishing. “Bulan depan sudah berproduksi,” tutur Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.com. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...