Minggu, 20 Oktober 2019 14:19

​Kunjungi PP Amanatul Ummah, Ulama Makkah Syaikh Muhammad bin Ismail Bicara Keutamaan Ilmu

Kamis, 18 Juli 2019 07:14 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
​Kunjungi PP Amanatul Ummah, Ulama Makkah Syaikh Muhammad bin Ismail Bicara Keutamaan Ilmu
Dr. Syaikh Muhammad bin Ismai Utsman Zain. foto: BANGSAONLINE.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Ulama kharismatik Makkah, Dr Syaikh Muhammad bin Ismai Utsman Zain mengunjungi Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Rabu malam (17/7/2019). Ulama terkemuka di Makkah berhaluan Ahlussunnah Wal-Jamaah (Aswaja) yang memiliki santri asal Indonesia, terutama Jawa Timur, itu banyak menyampaikan keutamaan ilmu dalam kehidupan manusia.

Menurut dia, orang yang berkhidmat untuk ilmu akan mendapat banyak manfaat dalam hidupnya. Ia menyebut lingkungan di sekitar Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. “Dulu di sini sepi tapi karena datang ilmu maka banyak cahaya dari kiai, ustadz dan santri,” kata Syaikh Muhammad saat menyampaikan pidato dalam “Muhadharah Ammah” di Masjid Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang dihadiri para kiai dan ribuan santri.

Ilmu, kata dia, selalu bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Karena itu ia senang melihat Pondok Pesantren Amanatul Ummah terus berkembang dan maju. Ia mendoakan semoga Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, terus diberi anugerah kesehatan oleh Allah SWT. Menurut dia, Kiai Asep telah menjadi cahaya bagi masyarakat, terutama masyarakat di sekitar pesantren yang dipimpinnya.

Dia mengatakan, orang yang berilmu akan mendapat kebahagiaan dan kerhomatan. Sebaliknya, orang yang bodoh akan mendapat kerendahan. Karena itu ia menyerukan kepada para santri agar semangat mempelajari ilmu. “Memang menuntut ilmu itu diawali dengan kesusahan, kesulitan, tapi akan mengantar kita kepada kebahagiaan,” kata Syaikh Muhammad yang saat pidato diterjemahkan oleh Dr Muhiburrahman, Rektor Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto.

Dengan ilmu, kata dia, kita akan bisa jadi pemimpin. Sebaliknya, jika kita bodoh dan tak berilmu hanya akan menjadi orang yang dipimpin. “Seseorang mau berbuat baik tanpa bekal ilmu bisa gagal,” tegasnya sembari menegaskan bahwa ilmu melahirkan berbagai kemajuan, termasuk peradaban.

Ia mengingatkan hebatnya ilmu saat awal manusia diciptakan. Menurut dia, awalnya planet bumi hanya dihuni malaikat, jin dan hewan. Jadi saat itu belum ada manusia. Allah menciptakan manusia belakangan. “Tapi karena manusia itu berilmu maka malaikat pun akhirnya menyembah manusia,” katanya.

Ia juga menegaskana bahwa orang yang berkhidmat untuk ilmu dengan ikhlas lillahi ta’ala, maka akan menjadi orang tawadlu (rendah hati). Sehingga sehebat apapun ilmu seseorang ia akan sadar bahwa di atas dia masih ada orang yang lebih pintar lagi. “Orang semakin banyak belajar akan semakin merasa bodoh,” tegasnya. Sebaliknya, orang belajar ilmu tanpa ikhlas lillahi ta’ala, tak akan tawadlu.

Sementara Kiai Asep Saifuddin Chalim mengaku sangat senang atas kehadiran Syaikh Muhammad bin Ismail ke pesantren yang dipimpinnya. “Dulu beliau hadir ke sini pada tahun 2005. Pesantren Amanatul Ummah ini berdiri pada 2006. Beliau berdoa dan ikut memberi nama,” kata Kiai Asep saat memberikan sambutan selamat datang kepada tamu istimewanya itu.

Ia mengaku sangat beruntung karena saat para santri mau memulai belajar ternyata Syaikh Muhammad bin Ismail hadir. “Di sini memulai belajar selalu pada hari Rabu,” katanya. Karena itu, menurut dia, sangat tepat kehadiran Syaikh Muhammad bin Ismail itu.

Menurut dia, Syaikh Muhammad bin Islamail sudah tiga kali hadir ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah. “Beliau ulama mukasyafah,” tutur Kiai Asep usai acara. (tim)  

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...