Kepala Dishub Jatim, Nyono. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur bersiaga menghadapi lonjakan arus kendaraan menuju kawasan wisata Malang Raya dan Kota Batu menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Berbagai langkah antisipasi disiapkan, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga pemeriksaan kelaikan kendaraan.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas di wilayah Malang, Malang Selatan, hingga Kota Batu sudah terpantau tinggi sejak libur Natal dan diprediksi kembali memuncak pada 30-31 Desember 2025.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
“Kepadatan cukup tinggi. Yang paling kami waspadai tanggal 30 dan 31 Desember karena banyak masyarakat merayakan tahun baru di kawasan wisata, terutama Malang Raya dan Batu,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Untuk mengurai kemacetan, pihaknya menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way) yang bersifat situasional sesuai kondisi lapangan.
“Kalau arus ke Malang atau Batu sudah terlalu padat, one way bisa diterapkan. Tapi itu diskresi petugas di lapangan dan menjadi opsi terakhir,” kata Nyono.
Selain itu, ia menyebut pengaturan lampu lalu lintas (APILL) juga disesuaikan. Durasi lampu hijau diperpanjang saat arus masuk meningkat dan diatur kembali ketika arus balik padat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




