Selasa, 23 Juli 2019 15:54

Dugaan Penyimpangan Proyek Rehab Pasar, Kejari Jember Periksa 2 Oknum ASN

Senin, 24 Juni 2019 15:00 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yudi Indrawan
Dugaan Penyimpangan Proyek Rehab Pasar, Kejari Jember Periksa 2 Oknum ASN
Lobi kantor Kejari Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pasca melakukan penggeledahan 6 ruangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Jember, Senin (24/6/2019) hari ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember melakukan tindak lanjut dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dugaan penyelewengan anggaran rehab sejumlah pasar di Kabupaten Jember.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Agus Budiarto, ada dua oknum PNS yang saat ini sedang diperiksa sebagai saksi. "Ada 2 orang yang kita mintai keterangan hari ini. Mereka terkait PPK (Pejabat Pembuatan Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pembuat Teknis Komitmen)," kata Agus saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Kantor Kajari.

"Saat ini dua saksi yang kami periksa dari Disperindag dan ULP untuk dimintai keterangan informasi lebih lanjut. Pertimbangan kami untuk awal informasi atau keterangan lebih lanjut oleh penyidik, makanya kami utamakan dua orang ini," jelasnya.

"Keduanya oknum PNS dan saat ini sedang dalam proses (pemeriksaan)," sambungnya.

(Kasi Intel Kejari Jember, Agus Budiarto)

Pantauan BANGSAONLINE.com, memang ada sejumlah pejabat Pemkab Jember tampak hadir ke Kantor Kajari Jember. Yakni mantan Kepala Dinas Disperindag Anas Ma'ruf, Kepala Bakesbangpol Bambang Hariyono, Asisten I Bagian Pemerintahan M. Djamil, Kepala Dinas Koperasi Dedi Nur Ahmadi, Kepala Dinas Perhubungan Hadi Mulyono bersama dengan stafnya Slamet, dan mantan Kabid Perdagangan Disperindag Jember Agoes Nur Ahmadi. Selain itu, juga tampak anggota DPRD Jember Sukarso.

"Tapi tidak ada kaitannya (dengan proses pemeriksaan)," katanya. Terkait apakah nantinya akan ada penetapan tersangka, Agus berjanji akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut.

"Pemeriksaan ini terkait lanjutan penggeledahan kemarin yang saya sampaikan. Kita masih teliti. Ada beberapa pasar yang mungkin tidak bisa kita tindak lanjuti kita hentikan. Tapi jika ada indikasi penyimpangan, akan kita tindak lanjuti," tegasnya.

Apakah dimungkinkan ada pemeriksaan saksi lain? "Pasti ada saksi lain, dan masih berkembang," pungkasnya. (jbr1/yud/dur)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...