Rabu, 17 Juli 2019 14:36

Kisah Mariman Pemburu Tokek di Benteng Van Den Bosch, Sehari Bisa Raup Ratusan Ribu Rupiah

Sabtu, 08 Juni 2019 15:53 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Zainal Abidin
Kisah Mariman Pemburu Tokek di Benteng Van Den Bosch, Sehari Bisa Raup Ratusan Ribu Rupiah
Mariman usai berburu tokek di Benteng Van Den Bosch.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tak disangka, ternyata Benteng Van Den Bosch Ngawi juga mampu membawa berkah bagi masyarakat sekitarnya. Benteng peninggalan kolonial Belanda yang juga merupakan eks Markas Yonarmed 12/ Divif 2/ Kostrad itu, selain dijadikan sebagai tempat wisata edukasi, juga mampu meningkatkan perekonomian warga setempat yang berprofesi sebagai pemburu tokek.

Adalah Mariman (48), salah satu warga Kabupaten Ngawi yang tiap hari berburu tokek di Benteng Van Den Bosch. Dirinya mengaku mampu meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah per harinya.

“Kadang sehari saya mendapatkan penghasilan 150 ribu hingga 200 ribu dari berburu tokek,” akuinya. Sabtu (8/6/19).

Ditambahkan Mariman, tokek-tokek hasil buruan tersebut, ia dapatkan di sekitar lokasi Benteng Van Den Bosch. “Setiap hari saya ke situ. Di sana menurut saya pusatnya tokek,” tuturnya.

Sementara itu, juru kunci Benteng peninggalan kolonial Belanda, Serka Bambang menambahkan, keberadaan para pencari tokek sangat diperbolehkan di waktu-waktu tertentu saja. Misalnya, para pencari tokek diperbolehkan masuk area Benteng hingga pukul 18.00 WIB.

“Karena pas maghrib, kita tutup dan baru di buka kembali untuk umum pukul 08.00 WIB,” ujarnya. “Itu untuk mempermudah pengawasan dan menjamin keamanan pengunjung ataupun masyarakat yang masuk ke lokasi benteng, mengingat lokasi itu merupakan salah satu lokasi yang dilestarikan sebagai bagian dari jejak perjuangan para Pahlawan ketika masa peperagan Diponegoro,” imbuhnya.

Terpisah, Mayor Arm Ronald Siwabessy, Danyonarmed 12/Divif 2/Kostrad mengatakan jika kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat, merupakan suatu hal yang mutlak, terlebih guna memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“TNI, berasal dari rakyat. Rakyat merupakan ibu kandung TNI. Untuk itu, di mana ada TNI, di situ juga harus ada kesejahteraan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar almamater Akademi Militer tahun 2002 ini. (nal)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...