Kamis, 19 September 2019 10:16

​Mahfud MD Difitnah Keturunan Pengkhianat Bangsa, Bagaimana Respon Keluarga Madura?

Rabu, 08 Mei 2019 17:23 WIB
Editor: Tim
​Mahfud MD Difitnah Keturunan Pengkhianat Bangsa, Bagaimana Respon Keluarga Madura?
Prof Dr Mahfud MD saat sowan ke KH Maimun Zubair di Sarang Rembang Jawa Tengah. foto: istimewa/bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof Dr Mahfud MD yang dikenal sebagai tokoh suka bicara blak-blakan kini mendapat serangan keras. Tokoh asal Madura itu difitnah sebagai keturunan pengkhianat negara bernama Aryo Among Koro. Bukan hanya itu. Mahfud MD yang dikenal sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) itu juga difitnah sebagai penganut Syiah.

Fitnah terhadap Mahfud MD itu diposting di medsos atas nama Zain Akbar dengan judul Asal Usul Mahfud MD. Postingan itu dikonek ke akun Kancah Politik. Postingan itu diawali dengan kalimat: Ini Fakta. Bukan Hoax. Dalam postingan itu disebut bahwa Mahfud MD keturunan Penghianat Negara, Aryo Omong Koro Orang Madura, Moyangnya Profesor Mahfud MD.

Menurut postingan itu, Aryo Omong Koro orang pribumi kaki tangan penjajah Belanda. Aryo dikirim ke Aceh pada 1874 melawan rakyat Aceh, tapi gagal dan mati pada 26 September 1906. Dia dikubur di Bangkalan Madura.

Masih menurut postingan itu, Aryo Omong Koro Bajingan. Sedang Aceh bisa bertahan karena GARIS KERAS.

Lalu bagaimana respon keluarga Mahfud MD di Madura? Firman Syah Ali, keponakan Mahfud MD, menegaskan bahwa postingan itu hoax dan fitnah keji. Kepada BANGSAONLINE.com, Firman yang pengurus wilayah NU Jawa Timur ini menegaskan bahwa Mahfud MD sama sekali tidak ada darah Bangkalan.

“Pak Mahfud MD total orang Pamekasan yang numpang lahir di Sampang. Jadi kalau di Bangkalan pernah ada tokoh bernama Aryo Among Koro antara tahun 1874 sampai tahun 1906, itu bukan nenek moyang Prof Mahfud MD. Itu pun kalau benar ada tokoh tersebut. Jangan-jangan keberadaan dan kisah tentang tokoh tersebut juga hoax, sebab banyak orang Bangkalan tidak kenal dan tidak tau,” tegas Firman Syah Ali kepada BANGAONLINE.com, Rabu (8/5/2019).

(Firman Syah Ali. foto: istimewa/bangsaonline.com)

Selain itu, tutur Firman, ayah Mahfud MD adalah bin Mahmoddin bin Hasyim dan terus ke atas merupakan orang biasa. "Jadi Pak Mahfud bukan keturunan tentara Belanda atau Ningrat Bangkalan. Mahmoddin ayah Pak Mahfud adalah petani yang kemudian jadi PNS. Sedangkan Hasyim kakeknya adalah petani sambil ngajar ngaji," tegasnya. 

Sedang dari jalur ibu, Mahfud MD adalah keturunan Bhujuk Abdul Qidam Sumenep alias Pangeran Pandiyan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan para bangsawan Bangkalan waktu itu.

Menurut dia, memang pada masa pra kemerdekaan RI, beberapa pribumi Hindia Belanda alias inlanders bergabung menjadi tentara Hindia Belanda alias KNIL.

“Tentu saja termasuk sebagian orang Madura bergabung ke dalamnya dan disebut Barisan Madura. Pasca Kemerdekaan tepatnya pada periode Republik Indonesia Serikat, Belanda membentuk Pasukan Cakra, yang terdiri dari pribumi Madura. Namun setelah Negara Madura bubar, pasukan ini justru menjadi pejuang negara semua, termasuk ikut memadamkan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS),” tegasnya.

Hanya saja, tegas Firman, baik Barisan Madura maupun Pasukan Cakra di atas, sama sekali tidak ada satu pun yang nenek moyang Mahfud MD.

Ia berdoa, semoga pihak-pihak yang menyebar hoax tentang Mahfud MD keturunan Aryo Among Koro segera diberi hidayah oleh Allah, bertaubat atas dosa besarnya menyebarkan fitnah yang keji. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...