Senin, 22 Juli 2019 09:44

​Mahfud MD Difitnah Keturunan Pengkhianat Bangsa, Bagaimana Respon Keluarga Madura?

Rabu, 08 Mei 2019 17:23 WIB
Editor: Tim
​Mahfud MD Difitnah Keturunan Pengkhianat Bangsa, Bagaimana Respon Keluarga Madura?
Prof Dr Mahfud MD saat sowan ke KH Maimun Zubair di Sarang Rembang Jawa Tengah. foto: istimewa/bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof Dr Mahfud MD yang dikenal sebagai tokoh suka bicara blak-blakan kini mendapat serangan keras. Tokoh asal Madura itu difitnah sebagai keturunan pengkhianat negara bernama Aryo Among Koro. Bukan hanya itu. Mahfud MD yang dikenal sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) itu juga difitnah sebagai penganut Syiah.

Fitnah terhadap Mahfud MD itu diposting di medsos atas nama Zain Akbar dengan judul Asal Usul Mahfud MD. Postingan itu dikonek ke akun Kancah Politik. Postingan itu diawali dengan kalimat: Ini Fakta. Bukan Hoax. Dalam postingan itu disebut bahwa Mahfud MD keturunan Penghianat Negara, Aryo Omong Koro Orang Madura, Moyangnya Profesor Mahfud MD.

Menurut postingan itu, Aryo Omong Koro orang pribumi kaki tangan penjajah Belanda. Aryo dikirim ke Aceh pada 1874 melawan rakyat Aceh, tapi gagal dan mati pada 26 September 1906. Dia dikubur di Bangkalan Madura.

Masih menurut postingan itu, Aryo Omong Koro Bajingan. Sedang Aceh bisa bertahan karena GARIS KERAS.

Lalu bagaimana respon keluarga Mahfud MD di Madura? Firman Syah Ali, keponakan Mahfud MD, menegaskan bahwa postingan itu hoax dan fitnah keji. Kepada BANGSAONLINE.com, Firman yang pengurus wilayah NU Jawa Timur ini menegaskan bahwa Mahfud MD sama sekali tidak ada darah Bangkalan.

“Pak Mahfud MD total orang Pamekasan yang numpang lahir di Sampang. Jadi kalau di Bangkalan pernah ada tokoh bernama Aryo Among Koro antara tahun 1874 sampai tahun 1906, itu bukan nenek moyang Prof Mahfud MD. Itu pun kalau benar ada tokoh tersebut. Jangan-jangan keberadaan dan kisah tentang tokoh tersebut juga hoax, sebab banyak orang Bangkalan tidak kenal dan tidak tau,” tegas Firman Syah Ali kepada BANGAONLINE.com, Rabu (8/5/2019).

(Firman Syah Ali. foto: istimewa/bangsaonline.com)

Selain itu, tutur Firman, ayah Mahfud MD adalah bin Mahmoddin bin Hasyim dan terus ke atas merupakan orang biasa. "Jadi Pak Mahfud bukan keturunan tentara Belanda atau Ningrat Bangkalan. Mahmoddin ayah Pak Mahfud adalah petani yang kemudian jadi PNS. Sedangkan Hasyim kakeknya adalah petani sambil ngajar ngaji," tegasnya. 

Sedang dari jalur ibu, Mahfud MD adalah keturunan Bhujuk Abdul Qidam Sumenep alias Pangeran Pandiyan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan para bangsawan Bangkalan waktu itu.

Menurut dia, memang pada masa pra kemerdekaan RI, beberapa pribumi Hindia Belanda alias inlanders bergabung menjadi tentara Hindia Belanda alias KNIL.

“Tentu saja termasuk sebagian orang Madura bergabung ke dalamnya dan disebut Barisan Madura. Pasca Kemerdekaan tepatnya pada periode Republik Indonesia Serikat, Belanda membentuk Pasukan Cakra, yang terdiri dari pribumi Madura. Namun setelah Negara Madura bubar, pasukan ini justru menjadi pejuang negara semua, termasuk ikut memadamkan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS),” tegasnya.

Hanya saja, tegas Firman, baik Barisan Madura maupun Pasukan Cakra di atas, sama sekali tidak ada satu pun yang nenek moyang Mahfud MD.

Ia berdoa, semoga pihak-pihak yang menyebar hoax tentang Mahfud MD keturunan Aryo Among Koro segera diberi hidayah oleh Allah, bertaubat atas dosa besarnya menyebarkan fitnah yang keji. (tim)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...