Kamis, 18 Juli 2019 08:32

​Ketua KPU Bangkalan Tantang Direktur BPN Prabowo-Sandi Buka Data Kecurangan

Minggu, 21 April 2019 19:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
​Ketua KPU Bangkalan Tantang Direktur BPN Prabowo-Sandi Buka Data Kecurangan
Ketua KPU Bangkalan Fauzan Ja' far.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ketua KPU Bangkalan Fauzan Ja' far menantang Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo untuk membuka dan menunjukkan data jika ada kecurangan di TPS-TPS. Hal ini disampaikan Fauzan guna menepis tudingan Hashim terkait adanya 250 pemilik tanggal lahir yang sama, yakni tanggal 1 Juli dan 1 Januari di 1 TPS.

Menurut Fauzan, sebelum pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara tanggal 17 April, KPU RI dan provinsi telah menindaklajuti laporan tersebut. Bahkan KPU bersama Bawaslu di tingkat kecamatan (PKK) melibatkan partai politik untuk melakukan kroscek dengan mengambil sampling data di lapangan.

"Bahkan semua partai politik diajak untuk kroscek ke lapangan, salah satu ada dari baju kuning Partai Golkar. Sementara dari Partai Gerindra tidak kelihatan atau tidak ada," kata Fauzan.

Fauzan menyangkal bahwa ada orang yang tanggal lahir dan tahunnya sama dalam satu TPS. Bahkan jumlahnya hingga ratusan orang. "Itu tidak benar. Kita (sudah, red) kroscek bersama KPU RI, Provinsi serta Bawaslu," tegas Fauzan.

Bahkan apabila benar jika ada DPT yang tanggal dan tahun lahirnya sama, Fauzan menilai itu bukanlah kewenangan dari KPU. "Itu masuk ranahnya Dispendukcapil. Memang kalau di kampung dan desa banyak warga yang tidak dicatat tahun dan lahir. Jadi dari pihak Dispendukcapil, ketika ada warga yang ditanya namun tidak tahu tanggal dan tahun lahir, rata-rata petugas berinisiatif memberikan tanggal 1 Juli, kadang 31 Juli," tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzan juga membantah adanya TPS yang memiliki tingkat partisipasi tinggi, padahal warganya banyak yang menjadi TKI. Ia lagi-lagi menantang BPN untuk membuktikan. "Harusnya BPN kroscek bersama-sama, agar tidak sepihak. Kalau sendirian itu namanya sepihak," cetusnya.

Fauzan tak menampik memang ada partai politik selalu mencari celah kesalahan. Namun ketika diajak buka data tidak peduli. Ia menantang partai atau BPN yang mempunyai data kecurangan untuk dibuka bersama-sama. "Sampaikan ke KPU, KPU terbuka kok untuk membuka semuanya. Sekali lagi tidak ada kerjaan yang ditutup-tutupi," tegasnya. (uzi/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...