Senin, 22 Juli 2019 05:24

Berhasil Terapkan Geomembran, Pemkab Bangkalan Dikunjungi DPRD Sumba Tengah

Selasa, 26 Maret 2019 19:00 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Berhasil Terapkan Geomembran, Pemkab Bangkalan Dikunjungi DPRD Sumba Tengah
Asisten Pemerintah Kab. Bangkalan Ismed Efendi memberikan cinderamata kepada Bakar Jeriman perwakilan dari DPRD Sumba didampingi Punguh, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Bangkalan.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyambut kunjungan kerja (kunker) DPRD Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula Diponegoro, Selasa (26/3).

Kunjungan kerja ini dalam rangka bertukar pikiran mengenai penggunaan geomembran/geoisolator dalam peningkatan produktivitas dan kualitas garam rakyat.

Bakar Jeriman, selaku wakil ketua DPRD Sumba Tengah sekaligus ketua rombongan menyatakan kunjungan ke Bangkalan Jawa Timur ini menjadi ajang silaturrahmi.

"Selain itu, bertukar pikiran terkait dengan pengembangan garam karena Sumba Timur masih menggunakan cara tradiosional," ujar Bakar Jeriman.

Harapannya dengan kunjungan ini dapat menggali informasi dan pengetahuan tentang garam geomembran mengingat kondisi geografis Sumba Tengah dan Madura sama.

Teknologi geomembran ini menjadi cara baru dalam pengolahan garam. Penggunaan teknologi geomembran dapat menambah produktivitas garam lebih banyak 120-150 ton/ha daripada cara tradisional yang menghasilkan 60-80 ton/ha. 

"Dari segi kualitas, sistem geomembran ini dapat menghasilkan garam lebih bagus dan proses filterisasinya lebih cepat," jelasnya.

Sementara Asisten Bupati Puguh menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan senang hati menerima kunjungan ini. Ia mengungkapkan bahwa di Bangkalan saat ini sudah ada 5-6 kecamatan yang menggunakan geomembran dalam proses pengolahan garam. Namun untuk pengolahan prisma hanya ada di Kabupaten Kwanyar.

"Garam geomembran ini merupakan sebuah cara baru untuk pengolahan garam laut yang tidak secara langsung berlantai tanah tapi berlantaikan geomembran. Hasilnya lebih putih dan tidak bercampur tanah. Dan ketika musim hujan, kami sudah ada teknologi prisma. Dengan atap prisma, kondisi garam akan tetap aman dari air hujan. Sedangkan untuk musim kemarau atap prisma ini dapat dibuka," tambahnya

Setelah sosialisasi ini, rombongan diarahkan kunjungan ke lokasi garam geomembran di Kecamatan Kwanyar untuk mengetahui lebih jelas bagaimana proses garam geomembran dilakukan.

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur dihadiri oleh Asisten Bupati, Kabag, dan Kepala OPD terkait. (bkl3/uzi/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...