Sabtu, 14 Desember 2019 10:07

​Kemenag Jember Instruksikan KUA Cari Tahu Sejauh Mana Ajaran Kiamat Menyebar

Senin, 18 Maret 2019 20:13 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muhammad Hatta
​Kemenag Jember Instruksikan KUA Cari Tahu Sejauh Mana Ajaran Kiamat Menyebar
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Busthami.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Adanya warga yang eksodus ke Malang terkait ajaran Jamaah Jamiyah Sholawat Musa AS, langsung direspon Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember. 

Kemenag langsung menginstruksikan kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, untuk mencari tahu sampai sejauh mana ajaran tentang mempersiapkan diri menghadapi kiamat yang dilakukan dengan berhijrah ke Kabupaten Malang itu sudah menyebar di masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Busthami saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan, adanya informasi ajaran aliran kiamat yang sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu, langsung ditindaklanjuti pihaknya.

"Beberapa perwakilan dari Kemenag Jember sudah menuju ke sana untuk mengecek dan meminta klarifikasi mengenai kebenaran informasi ajaran agama itu. Berkomunikasi dengan perangkat desa tentunya," ungkap Busthami, Senin (18/3)

Selain itu, lanjut Busthami, pihaknya juga meminta setiap kepala KUA di wilayah masing-masing, untuk mengadakan dialog atau diskusi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing. 

"Sebagai langkah antisipasi, untuk meminimalisir tersebarnya ajaran kiamat tersebut. Selain itu juga, untuk memberikan informasi dan tausiyah agama tentang ajaran syariah yang benar," terangnya.

Terkait adanya informasi persebaran ajaran agama tersebut di wilayah lain, lanjutnya, juga sudah menjadi atensinya. "Informasi di Kecamatan Puger juga ada ajaran yang sama. Saat ini masih kami lakukan kroscek, agar tidak menyebar luas dan bisa diminimalisir," jelasnya.

Sementara itu  terkait bagaimana masuknya ajaran Jamiyah Sholawt Musa AS itu di Kabupaten Jember, menurut mantan Kepala Kemenag Bondowoso ini, pihaknya masih mencari identifikasinya. 

"Siapa penyebarnya dan bagimana masuknya, masih kita cari akar permasalahannya. Karena pastinya dibawa pendatang dari luar yang kemudian bermaksud berdomisili ke Jember," terangnya.

Sebelumnya diberitakan sekitar 15 warga yang terdiri dari 8 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari, dan Desa Gunungsari, eksodus ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Sebelum berangkat, belasan warga itu menjual harta benda miliknya karena merasa tidak bermanfaat ketika kiamat akan datang pada tahun 2019 ini. Bahkan mereka mondok di ponpes tersebut, untuk mencari perlindungan dan selama kurang lebih selama 90 hari atau 3 bulan, menetap di sana. (jbr1/yud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 12 Desember 2019 12:27 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Di penghujung tahun 2019, Jawa Timur Park (JTP) 3 Kota Batu kembali menghadirkan theme park terbaru yang tidak kalah menarik dengan theme park lainnya, yakni Milenial Glow Garden (MGG). Obyek wisata Spektakuler Lighting ...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...