Selasa, 20 Agustus 2019 15:39

​Kemenag Jember Instruksikan KUA Cari Tahu Sejauh Mana Ajaran Kiamat Menyebar

Senin, 18 Maret 2019 20:13 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muhammad Hatta
​Kemenag Jember Instruksikan KUA Cari Tahu Sejauh Mana Ajaran Kiamat Menyebar
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Busthami.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Adanya warga yang eksodus ke Malang terkait ajaran Jamaah Jamiyah Sholawat Musa AS, langsung direspon Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember. 

Kemenag langsung menginstruksikan kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, untuk mencari tahu sampai sejauh mana ajaran tentang mempersiapkan diri menghadapi kiamat yang dilakukan dengan berhijrah ke Kabupaten Malang itu sudah menyebar di masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Busthami saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan, adanya informasi ajaran aliran kiamat yang sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu, langsung ditindaklanjuti pihaknya.

"Beberapa perwakilan dari Kemenag Jember sudah menuju ke sana untuk mengecek dan meminta klarifikasi mengenai kebenaran informasi ajaran agama itu. Berkomunikasi dengan perangkat desa tentunya," ungkap Busthami, Senin (18/3)

Selain itu, lanjut Busthami, pihaknya juga meminta setiap kepala KUA di wilayah masing-masing, untuk mengadakan dialog atau diskusi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing. 

"Sebagai langkah antisipasi, untuk meminimalisir tersebarnya ajaran kiamat tersebut. Selain itu juga, untuk memberikan informasi dan tausiyah agama tentang ajaran syariah yang benar," terangnya.

Terkait adanya informasi persebaran ajaran agama tersebut di wilayah lain, lanjutnya, juga sudah menjadi atensinya. "Informasi di Kecamatan Puger juga ada ajaran yang sama. Saat ini masih kami lakukan kroscek, agar tidak menyebar luas dan bisa diminimalisir," jelasnya.

Sementara itu  terkait bagaimana masuknya ajaran Jamiyah Sholawt Musa AS itu di Kabupaten Jember, menurut mantan Kepala Kemenag Bondowoso ini, pihaknya masih mencari identifikasinya. 

"Siapa penyebarnya dan bagimana masuknya, masih kita cari akar permasalahannya. Karena pastinya dibawa pendatang dari luar yang kemudian bermaksud berdomisili ke Jember," terangnya.

Sebelumnya diberitakan sekitar 15 warga yang terdiri dari 8 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari, dan Desa Gunungsari, eksodus ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Sebelum berangkat, belasan warga itu menjual harta benda miliknya karena merasa tidak bermanfaat ketika kiamat akan datang pada tahun 2019 ini. Bahkan mereka mondok di ponpes tersebut, untuk mencari perlindungan dan selama kurang lebih selama 90 hari atau 3 bulan, menetap di sana. (jbr1/yud/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...