Kamis, 17 Oktober 2019 06:01

​Kemenag Jember Instruksikan KUA Cari Tahu Sejauh Mana Ajaran Kiamat Menyebar

Senin, 18 Maret 2019 20:13 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muhammad Hatta
​Kemenag Jember Instruksikan KUA Cari Tahu Sejauh Mana Ajaran Kiamat Menyebar
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Busthami.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Adanya warga yang eksodus ke Malang terkait ajaran Jamaah Jamiyah Sholawat Musa AS, langsung direspon Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember. 

Kemenag langsung menginstruksikan kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, untuk mencari tahu sampai sejauh mana ajaran tentang mempersiapkan diri menghadapi kiamat yang dilakukan dengan berhijrah ke Kabupaten Malang itu sudah menyebar di masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Busthami saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan, adanya informasi ajaran aliran kiamat yang sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu, langsung ditindaklanjuti pihaknya.

"Beberapa perwakilan dari Kemenag Jember sudah menuju ke sana untuk mengecek dan meminta klarifikasi mengenai kebenaran informasi ajaran agama itu. Berkomunikasi dengan perangkat desa tentunya," ungkap Busthami, Senin (18/3)

Selain itu, lanjut Busthami, pihaknya juga meminta setiap kepala KUA di wilayah masing-masing, untuk mengadakan dialog atau diskusi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing. 

"Sebagai langkah antisipasi, untuk meminimalisir tersebarnya ajaran kiamat tersebut. Selain itu juga, untuk memberikan informasi dan tausiyah agama tentang ajaran syariah yang benar," terangnya.

Terkait adanya informasi persebaran ajaran agama tersebut di wilayah lain, lanjutnya, juga sudah menjadi atensinya. "Informasi di Kecamatan Puger juga ada ajaran yang sama. Saat ini masih kami lakukan kroscek, agar tidak menyebar luas dan bisa diminimalisir," jelasnya.

Sementara itu  terkait bagaimana masuknya ajaran Jamiyah Sholawt Musa AS itu di Kabupaten Jember, menurut mantan Kepala Kemenag Bondowoso ini, pihaknya masih mencari identifikasinya. 

"Siapa penyebarnya dan bagimana masuknya, masih kita cari akar permasalahannya. Karena pastinya dibawa pendatang dari luar yang kemudian bermaksud berdomisili ke Jember," terangnya.

Sebelumnya diberitakan sekitar 15 warga yang terdiri dari 8 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari, dan Desa Gunungsari, eksodus ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Sebelum berangkat, belasan warga itu menjual harta benda miliknya karena merasa tidak bermanfaat ketika kiamat akan datang pada tahun 2019 ini. Bahkan mereka mondok di ponpes tersebut, untuk mencari perlindungan dan selama kurang lebih selama 90 hari atau 3 bulan, menetap di sana. (jbr1/yud/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...