Selasa, 26 Maret 2019 18:08

11,84 Persen Balita di Kota Madiun Mengalami Stunting

Kamis, 14 Maret 2019 17:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
11,84 Persen Balita di Kota Madiun Mengalami Stunting
Sekda Madiun Rusdiyanto saat membuka acara sarasehan upaya penurunan stunting.

KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Kasus stunting (Tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur) di Kota Madiun masih cukup tinggi. Data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) merilis, hingga akhir tahun 2018 terdapat 995 balita atau 11,84 persen mengalami stunting.

Kepala Dinkes dan KB Kota Madiun, dr. Agung Sulistya Wardani di sela-sela Sarasehan Penanganan Masalah Gizi, Kamis (14/3/2019) mengatakan, angka tersebut masih dapat ditoleransi. Sebab badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menargetkan angka stunting di suatu wilayah tidak boleh lebih dari 15 persen. Menurut Wardani, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi balita mengalami stunting, di antaranya 30 persennya dari sisi kesehatan, 70 persen lainnya multisektor. Misalnya dipengaruhi kesehatan lingkungan, seperti mutu tanah dan air.

Upaya mencegah stunting, pihak Dinkes melakukan pendampingan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Artinya, sejak awal masa kehamilan, kondisi ibu harus bagus. Bahkan dinkes juga menerapkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sampai masa nifas. Selanjutnya, jika kondisi gizi ibu hamil kurang bagus, maka akan didampingi sampai lulus status gizinya.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan saat melahirkan hingga anak usia 2 tahun. Dr. Wardani menjelaskan, jika stunting tidak segera ditangani, akan berdampak buruk, di antaranya mempengaruhi tumbuh kembang anak, pertumbuhan otak, dan ketahanan tubuh anak terhadap suatu penyakit terganggu.

“Imbauan kepada masyarakat, utamanya mulai kehamilan sampai dengan anak usia 2 tahun itu periode emas. Jadi mohon untuk mengikuti saran dari kesehatan dan juga berperilaku hidup bersih dan sehat. Contohnya buang air besar tidak boleh di jamban, karena itu bisa merugikan orang lain. Kemudian juga air itu harus yang bagus lah mutunya. Pengelolaan sampah saja juga mempengaruhi lingkungan,” ungkap Wardani.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Rusdiyanto menyatakan, balita yang mengalami stunting tersebar di seluruh kelurahan. Karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka stunting, di antaranya melalui program pemberian kecukupan gizi, imunisasi, perbaikan sanitasi, serta meningkatkan program posyandu.

“Seluruh upaya kita lakukan, program kegiatan yang ada di Pemkot Madiun yang selama ini sudah berjalan kita sinergikan, kemudian edukasi kepada masyarakat terus kita galakkan. Sehingga, mereka bisa memahami masalah stunting. Karena ini dampaknya luar biasa, bisa sampai merusak otak,” kata Rusdiyanto.

Rusdiyanto menjelaskan, pemkot akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah program kesehatan yang dilakukan petugas Dinkes untuk menangani kasus stunting. Evaluasi akan dilakukan setiap semester untuk mengetahui progres penanganan stunting di Kota Madiun. (hen/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...