Petugas mengecek mortir yang ditemukan.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sugit, Purnawirawan TNI AD asal Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban menemukan mortir di area tanah pribadi di sisi tebing gunung gong, Selasa (12/3) kemarin. Lokasi penemuan mortir ini tepatnya berdekatan dengan bekas perumahan peninggalan Ratu Belanda Wilhelmina di Desa Banyuurip.
Informasi yang dihimpun, ada sebanyak 13 mortir yang ditemukan. Rinciannya, jenis 80 sebanyak 3 biji. Mortir jenis ini ditaksir berjarak luncur radius 6 kilometer jika ditembakkan. Sedangkan sisanya mortir ukuran kecil jenis 5 sebanyak 10 biji dengan kekuatan jarak luncur tembak radius 1 kilometer.
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
Mortir-mortir yang diduga masih aktif itu ditemukan di sisi tebing gunung gong area pertanahan milik keluarga Sugit. Mortir itu ditemukan Sugit saat hendak mencangkul untuk keperluan tanaman jagung.
Diduga kuat, mortir tersebut merupakan peninggalan pasukan Belanda dan Jepang. Sebab, keberadaannya tidak jauh dari rumah peninggalan Ratu Belanda yang berlokasi di kota minyak, Desa Banyuurip Kecamatan Senori.
"Pertama kali mortir kelihatan saat sedang menggali gali tanah di pinggiran tebing guna keperluan penanaman jagung. Kemudian, baru menggali di kedalaman beberapa meter terdapat sebuah mortir yang berukuran besar ini," ungkap Sugit, saksi mata, Rabu (13/3).
Menurutnya, lahan tersebut merupakan peninggalan orang tuanya. Kebetulan sejak zaman kolonial Belanda dan penjajahan zaman Jepang, orang tua Sugit menjadi pejuang kemerdekaan atau tentara veteran perang.
"Bapak dulu memang pejuang kemerdekaan, dan tanah ini milik bapak saya," paparnya.
Saat ini, lokasi penemuan mortir nampak dijaga pihak TNI, Polri, dan Satpam perminyakan. Area tersebut juga dipasangi garis berwarna kuning guna menjaga sterilisasinya. Saat ini mortir telah dievakuasi menggunakan mobil Gegana. (ahm/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




