Selasa, 18 Juni 2019 04:50

13 Mortir Diduga Sisa Perang Kemerdekaan Ditemukan di Senori

Rabu, 13 Maret 2019 17:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
13 Mortir Diduga Sisa Perang Kemerdekaan Ditemukan di Senori
Petugas mengecek mortir yang ditemukan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sugit, Purnawirawan TNI AD asal Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban menemukan mortir di area tanah pribadi di sisi tebing gunung gong, Selasa (12/3) kemarin. Lokasi penemuan mortir ini tepatnya berdekatan dengan bekas perumahan peninggalan Ratu Belanda Wilhelmina di Desa Banyuurip.

Informasi yang dihimpun, ada sebanyak 13 mortir yang ditemukan. Rinciannya, jenis 80 sebanyak 3 biji. Mortir jenis ini ditaksir berjarak luncur radius 6 kilometer jika ditembakkan. Sedangkan sisanya mortir ukuran kecil jenis 5 sebanyak 10 biji dengan kekuatan jarak luncur tembak radius 1 kilometer.

Mortir-mortir yang diduga masih aktif itu ditemukan di sisi tebing gunung gong area pertanahan milik keluarga Sugit. Mortir itu ditemukan Sugit saat hendak mencangkul untuk keperluan tanaman jagung.

Diduga kuat, mortir tersebut merupakan peninggalan pasukan Belanda dan Jepang. Sebab, keberadaannya tidak jauh dari rumah peninggalan Ratu Belanda yang berlokasi di kota minyak, Desa Banyuurip Kecamatan Senori.

"Pertama kali mortir kelihatan saat sedang menggali gali tanah di pinggiran tebing guna keperluan penanaman jagung. Kemudian, baru menggali di kedalaman beberapa meter terdapat sebuah mortir yang berukuran besar ini," ungkap Sugit, saksi mata, Rabu (13/3).

Menurutnya, lahan tersebut merupakan peninggalan orang tuanya. Kebetulan sejak zaman kolonial Belanda dan penjajahan zaman Jepang, orang tua Sugit menjadi pejuang kemerdekaan atau tentara veteran perang.

"Bapak dulu memang pejuang kemerdekaan, dan tanah ini milik bapak saya," paparnya.

Saat ini, lokasi penemuan mortir nampak dijaga pihak TNI, Polri, dan Satpam perminyakan. Area tersebut juga dipasangi garis berwarna kuning guna menjaga sterilisasinya. Saat ini mortir telah dievakuasi menggunakan mobil Gegana. (ahm/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...