Selasa, 26 Maret 2019 18:12

Tafsir Al-Isra 25: Jangan Menggunjingkan Orang Tua, Allah Kecewa

Sabtu, 02 Maret 2019 11:10 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tafsir Al-Isra 25: Jangan Menggunjingkan Orang Tua, Allah Kecewa

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

AL-ISRA: 25

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا

Rabbukum a’lamu bimaa fii nufuusikum in takuunuu shaalihiina fa-innahu kaana lil-awwaabiina ghafuuraan

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.

TAFSIR AKTUAL:

“Rabbukum a’lamu bimaa fii nufuusikum..” Ditandaskan, bahwa Allah SWT mengetahui apa yang terdekat di hati kalian. Terma ini dilontarkan setelah Tuhan membicarakan soal berbakti kepada orang tua. Hal itu karena tidak semua anak berbakti kepadanya. Terhadap yang berbakti juga tidak semua ikhlas. Ada yang sungguhan dan totalitas, ada yang sekadarnya dan terpaksa. Biasanya yang terakhir begini ini ada tendensi tertentu, seperti mengincar warisan.

Kadang ada anak-anak yang habis ngeramut orang tua yang sedang sakit atau melayani orang tuanya, kemudian ngumpul bareng, lalu ngobrol ngerasani orang tuanya sebagai begini dan begini. Bercerita lucu tentang ibu atau bapaknya yang sudah pikun – umpama - boleh saja. Tapi jangan yang sifatnya merendahkan atau aib. Lagian harus tertutup dan hanya sebagai tukar cerita sesama saudara, bukan kesan mengeluh atau menampakkan kurang ikhlas. Tapi tetap yang terbaik adalah diam.

“in takuunuu shaalihiina fa-innahu kaana lil-awwaabiina ghafuuraan”. Terhadap al-awwaabin, Tuhan sangat sayang dan mudah mengampuni. Ada beberapa maksud terhimpun pada pada ujung ayat ini, antara lain:

Pertama, terkait anak yang shalih dan berbakti kepada kedua orang tuanya dengan baik, maka Allah SWT maha murah dan mudah sekali mengampuni dosa anak tersebut.

Kedua, jika anak tersebut tidak baik ibadahnya, tidak bagus budi pekertinya, brutal dan nakal, tapi paling berbakti dan ikhlas, maka Allah mudah sekali mengubahnya menjadi anak baik dan shalih, berkat khidmahnya tersebut. Begitu halnya anak yang durhaka, meskipun ibadahnya bagus dan ritualnya tinggi, Allah SWT mudah sekali menyesatkan dan menghinakannya. Kualat wong tuwo.

Ketiga, makna al-awwaabin: orang yang menjaga diri, jika dia melakukan perbuatan dosa, maka cepat-cepat bertobat. Begitu Ibn Abbas bertutur. Lain lagi dengan Said ibn al-Musayyab, bahwa al-awwab adalah orang yang berulang kali melakukan perbuatan yang sama: dosa, tobat, dosa, tobat dan dosa lagi. Jika dia berbakti kepada orang tua, maka Allah maha mudah mengampuni. Jika tidak, maka dipertimbangkan.

Salah satu tanda al-awwab adalah disiplin shalat sunnah, utamanya shalat dhuha. Begitu pandangan ‘Aun al-Uqaily berdasar Hadis: shalat al-awwabin hin tarmudl al-fisahal. Al-awwabin itu mengerjakan shalat ketika unta istirahat menjelang hari terasa panas. Itulah waktu dluha. Ketiga pendapat tersebut senada dan seesensi, tidak bertentangan.Allah a'lam.

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...