Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
AL-ISRA: 25
رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا
Rabbukum a’lamu bimaa fii nufuusikum in takuunuu shaalihiina fa-innahu kaana lil-awwaabiina ghafuuraan
Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.
TAFSIR AKTUAL:
“Rabbukum a’lamu bimaa fii nufuusikum..” Ditandaskan, bahwa Allah SWT mengetahui apa yang terdekat di hati kalian. Terma ini dilontarkan setelah Tuhan membicarakan soal berbakti kepada orang tua. Hal itu karena tidak semua anak berbakti kepadanya. Terhadap yang berbakti juga tidak semua ikhlas. Ada yang sungguhan dan totalitas, ada yang sekadarnya dan terpaksa. Biasanya yang terakhir begini ini ada tendensi tertentu, seperti mengincar warisan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




