Senin, 27 Mei 2019 03:04

Tafsir Al-Isra 25: Jangan Menggunjingkan Orang Tua, Allah Kecewa

Sabtu, 02 Maret 2019 11:10 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tafsir Al-Isra 25: Jangan Menggunjingkan Orang Tua, Allah Kecewa

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

AL-ISRA: 25

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا

Rabbukum a’lamu bimaa fii nufuusikum in takuunuu shaalihiina fa-innahu kaana lil-awwaabiina ghafuuraan

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.

TAFSIR AKTUAL:

“Rabbukum a’lamu bimaa fii nufuusikum..” Ditandaskan, bahwa Allah SWT mengetahui apa yang terdekat di hati kalian. Terma ini dilontarkan setelah Tuhan membicarakan soal berbakti kepada orang tua. Hal itu karena tidak semua anak berbakti kepadanya. Terhadap yang berbakti juga tidak semua ikhlas. Ada yang sungguhan dan totalitas, ada yang sekadarnya dan terpaksa. Biasanya yang terakhir begini ini ada tendensi tertentu, seperti mengincar warisan.

Kadang ada anak-anak yang habis ngeramut orang tua yang sedang sakit atau melayani orang tuanya, kemudian ngumpul bareng, lalu ngobrol ngerasani orang tuanya sebagai begini dan begini. Bercerita lucu tentang ibu atau bapaknya yang sudah pikun – umpama - boleh saja. Tapi jangan yang sifatnya merendahkan atau aib. Lagian harus tertutup dan hanya sebagai tukar cerita sesama saudara, bukan kesan mengeluh atau menampakkan kurang ikhlas. Tapi tetap yang terbaik adalah diam.

“in takuunuu shaalihiina fa-innahu kaana lil-awwaabiina ghafuuraan”. Terhadap al-awwaabin, Tuhan sangat sayang dan mudah mengampuni. Ada beberapa maksud terhimpun pada pada ujung ayat ini, antara lain:

Pertama, terkait anak yang shalih dan berbakti kepada kedua orang tuanya dengan baik, maka Allah SWT maha murah dan mudah sekali mengampuni dosa anak tersebut.

Kedua, jika anak tersebut tidak baik ibadahnya, tidak bagus budi pekertinya, brutal dan nakal, tapi paling berbakti dan ikhlas, maka Allah mudah sekali mengubahnya menjadi anak baik dan shalih, berkat khidmahnya tersebut. Begitu halnya anak yang durhaka, meskipun ibadahnya bagus dan ritualnya tinggi, Allah SWT mudah sekali menyesatkan dan menghinakannya. Kualat wong tuwo.

Ketiga, makna al-awwaabin: orang yang menjaga diri, jika dia melakukan perbuatan dosa, maka cepat-cepat bertobat. Begitu Ibn Abbas bertutur. Lain lagi dengan Said ibn al-Musayyab, bahwa al-awwab adalah orang yang berulang kali melakukan perbuatan yang sama: dosa, tobat, dosa, tobat dan dosa lagi. Jika dia berbakti kepada orang tua, maka Allah maha mudah mengampuni. Jika tidak, maka dipertimbangkan.

Salah satu tanda al-awwab adalah disiplin shalat sunnah, utamanya shalat dhuha. Begitu pandangan ‘Aun al-Uqaily berdasar Hadis: shalat al-awwabin hin tarmudl al-fisahal. Al-awwabin itu mengerjakan shalat ketika unta istirahat menjelang hari terasa panas. Itulah waktu dluha. Ketiga pendapat tersebut senada dan seesensi, tidak bertentangan.Allah a'lam.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...