Selasa, 18 Februari 2020 12:59

Seperti Apa Aura dan Kekuatan Mistis Batu Akik Pacitan? Ini Penjelasan Kolektor

Senin, 25 Februari 2019 12:28 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Seperti Apa Aura dan Kekuatan Mistis Batu Akik Pacitan? Ini Penjelasan Kolektor
Ilustrasi batu akik jenis Natural Redist Orange Raflessia. foto: Batupermata

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pesona batu akik yang empat tahun lalu banyak menghiasi jemari masyarakat di Pacitan, sekarang ini seakan redup bahkan nyaris padam. Akan tetapi sejatinya, keindahan bebatuan mulia itu masih menjadi sebuah sugesti kuat bagi sebagian kolektor yang ada. 

Tak hanya soal keindahan pancaran warna batu serta jenisnya. Namun, aura mistis banyak diyakini masih menjadi sebuah kepercayaan bagi para kolektor. Hal tersebut seperti disampaikan Agus, salah seorang kolektor batu akik asli Pacitan.

"Sugesti memang ada. Kalau khodam (energi mistis, penghuni sebuah pusaka atau benda bertuah, red) memang suka berdiam di sebuah keris (besi), bebatuan (akik), foto, ataupun lukisan. Nah soal bebatuan, memang belum bisa mengalahkan bebatuan dari Pacitan kalau soal aura mistis yang tersimpan," ujarnya, Senin (25/2).

Ia lantas menjelaskan kepercayaan tersebut dari sudut pandang Islam. Menurut Agus, khodam bisa berwujud berbagai rupa, di antaranya adalah jin atau iblis.

"Azazil (jin/iblis, red) adalah salah satu makhluk Allah SWT yang tak mau bersujud pada sang khalik ketika Adam dan Hawa mulai diciptakan. Karena kesombongannya itulah, ia dikutuk oleh Allah dan dibuanglah ke bumi meski dengan bermacam permintaan," ceritanya.

"Dulu kala, Azazil bermuka tampan. Namun karena kutukan, dia berubah wajah sangat menyeramkan dan disebutlah sebagai syetan. Banyak permintaan yang dia ajukan ke Allah SWT. Satu di antaranya mengajak dan menggoda manusia agar ikut bersamanya ke neraka. Selama hidup di bumi, Azazil sangat menyukai tempat-tempat seperti lautan, kamar mandi, dan satu di antaranya seperti di bebatuan," jelas Agus yang sekarang ini mulai hijrah dan banyak meninggalkan hal-hal mistis.

Karena itulah, tak salah jika banyak penggemar batu yang meyakini bahwa khodam banyak tersimpan di bebatuan akik. Apalagi bebatuan yang berasal dari bumi Pacitan. Bicara soal mistis dalam bebatuan akik, lanjut Agus, ada dua hal yang perlu dipahami.

"Satu mistis karena alam, dan mistis karena proses transformasi dari seseorang atau istilah Jawa disebut dengan sangen. Dua asal muasal ini secara sugesti akan memengaruhi kedigdayaan sebuah benda bertaji itu," tuturnya.

Mengapa bebatuan akik Pacitan lebih dipercaya sangat kuat dari sisi mistisnya? Agus menjelaskan, di seantero negeri ini, bumi Pacitan memang dikenal sebagai kawasan wengker dan banyak tersimpan segudang mitos. Bukan hanya soal akik, namun banyak ditemukan tempat-tempat sakral yang konon sebagai petilasan para raja untuk bertapa menempa ilmu kedigdayaan. Termasuk para petinggi di negeri ini seakan sudah menjadi sebuah kewajiban untuk anjang sana bahkan melakukan ritual di tempat-tempat petilasan itu.

"Mayoritas tempat petilasan itu berupa bebatuan. Ya mungkin karena sejarah itulah sehingga bebatuan akik Pacitan banyak dipercaya paling ampuh dari sisi mistisnya," tandasnya. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...